“Kalau ada investor yang berminat mendirikan hotel atau mal, tinggal melihat peruntukan tata ruang di situ,” jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan membuat proses pencarian lokasi investasi menjadi lebih mudah. Pemerintah juga dapat memberikan informasi awal sebelum pembahasan investasi masuk ke tahap berikutnya.
Hampir sebulan setelah diluncurkan, Batang Investa dengan demikian masih berada dalam tahap penguatan. Pemerintah mulai mengarahkan platform tersebut dari sekadar penyedia informasi menuju marketplace investasi yang lebih interaktif.
Target akhirnya bukan hanya mendatangkan investasi besar ke Kabupaten Batang. Pemerintah ingin potensi usaha dari desa, pemilik lahan, UMKM, hingga sektor pariwisata dapat ikut terhubung dengan investor.