Salah satu konsepnya berupa layanan pengangkutan sampah dengan mekanisme berbayar.
Masyarakat nantinya membayar layanan pengangkutan sampah melalui pengelola yang ditunjuk.
Sampah kemudian dipilah sejak rumah sebelum masuk ke proses pengelolaan berikutnya.
Konsep tersebut masih membutuhkan pembahasan bersama berbagai pihak terkait.
Pemerintah belum menetapkan bentuk teknis maupun mekanisme pelaksanaannya secara rinci.
“Ini nanti akan kita diskusikan dengan stakeholder terkait,” kata Faiz. Pembahasan tersebut diperlukan agar sistem pengelolaan sampah bisa diterapkan secara efektif.
Jelang Tahun Wisata 2027
Persoalan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan pariwisata Batang.
Terlebih pemerintah mulai menyiapkan pengembangan sektor wisata untuk menghadapi 2027.
Destinasi wisata tidak cukup hanya memiliki pemandangan indah dan akses yang mudah.
Kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan.
Jika sampah terus dibuang ke sungai, citra kawasan wisata dapat ikut terdampak.
Karena itu, pengelolaan sampah harus berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi.
Faiz menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah.
Pemerintah desa juga diharapkan memiliki mekanisme pengangkutan dan pengawasan yang jelas.
Pendekatan tersebut dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan imbauan.
Masyarakat perlu memiliki kebiasaan memilah, membuang, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.