Ia berharap pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
Khoyin juga menyebut anak-anak di kampungnya masih menggunakan Sungai Langsean untuk bermain.
Sebagian bahkan masih memanfaatkan sungai tersebut untuk mandi.
Ia berharap pemerintah desa dan instansi terkait turun melihat kondisi sungai secara langsung.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani sebelum sampah semakin menumpuk.
Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah
Menanggapi persoalan tersebut, Faiz mengatakan pemerintah perlu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih kuat.
Sistem tersebut harus dimulai dari tingkat rumah tangga.
Salah satu rencana yang disebutkan adalah menyediakan fasilitas TPS3R di tingkat desa.
Fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Faiz juga mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sampah kemudian dapat dikelola melalui sistem yang lebih teratur hingga tempat pembuangan.
“Melakukan kebiasaan memilah dari rumah dan melakukan pengawasan ketat,” ujarnya.
Pemerintah juga akan mendorong pengelolaan sampah melalui prosedur yang lebih jelas.
Sistem tersebut nantinya mengatur perjalanan sampah sejak rumah tangga hingga tempat pembuangan.
Dengan begitu, sampah tidak berhenti sebagai persoalan masing-masing rumah.
Faiz juga menyebut BUMDes dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah masyarakat.