Lapas Slawi Overload, Bupati Tegal Soroti Hunian 400 Warga Binaan

Selasa 18-08-2026,10:51 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.id – Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIB Slawi, persoalan klasik pemasyarakatan kembali terlihat jelas: jumlah penghuni jauh melampaui kapasitas, lapas Slawi overload. 

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melihat langsung kondisi tersebut saat meninjau kamar warga binaan, Senin (17/8/2026). Didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Slawi Edi Kuhen, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid dan jajaran Forkopimda, Ischak berkeliling melihat kamar hingga fasilitas toilet warga binaan.

Dari peninjauan itu, Ischak mengakui kondisi hunian relatif terjaga. Kamar dan toilet terlihat bersih serta masih layak dihuni. Namun, persoalan daya tampung menjadi catatan serius.

“Secara umum kamar-kamar dan toilet terlihat bersih dan manusiawi, walaupun secara kapasitas sudah overload,” kata Ischak.

Kapasitas ideal Lapas Slawi hanya sekitar 220 warga binaan. Faktanya, penghuni saat ini mencapai sekitar 400 orang. Artinya, jumlah warga binaan nyaris dua kali lipat dari kapasitas ideal. Kondisi ini membuat persoalan overkapasitas tak bisa lagi dianggap sepele.

Meski begitu, Ischak memberikan apresiasi kepada jajaran Lapas Slawi yang tetap berupaya menjaga kebersihan dan kelayakan lingkungan hunian di tengah keterbatasan kapasitas.

Menurut Ischak, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga harus dimaknai lebih luas. Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi kesempatan bagi setiap orang untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui peran masing-masing.

“Yang berprofesi sebagai guru meneruskan perjuangan dengan mengajar, yang berprofesi sebagai dokter mengabdi di bidang kesehatan. Semua meneruskan perjuangan,” ujarnya.

Begitu pula pemerintah. Ischak menegaskan perjuangan mengisi kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Di pemerintahan kita membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Slawi Edi Kuhen menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Tegal terhadap kondisi warga binaan. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat proses pembinaan selama warga binaan menjalani masa pidana.

Kuhen menegaskan, pembinaan di Lapas Slawi tidak berhenti pada pembentukan kepribadian. Warga binaan juga dibekali keterampilan produktif agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Program tersebut diarahkan antara lain pada sektor ketahanan pangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Warga binaan dilibatkan dalam budidaya ayam petelur, pertanian, peternakan lele dengan sistem bioflok, hingga berbagai kegiatan keterampilan seperti pembuatan sarung tenun goyor, shuttlecock dan perbaikan pot.

“Di Lapas Kelas IIB Slawi kami melaksanakan program unggulan di bidang ketahanan pangan dan UMKM,” ujar Kuhen. 

Kategori :