Tren Agustusan, Jumlah Pengunjung ke Panorama Boyolali Turun

Sabtu 15-08-2026,16:49 WIB
Reporter : Erna Yunus Basri
Editor : Ismail F

BOYOLALI, diswayjateng.id – Setiap musim Agustusan, tren jumlah pengunjung di beberapa tempat hiburan di Boyolali mengalami penurunan. Penurunan ini, dikarenakan pengunjung lebih memilih memeriahkan 17-an di kampungnya masing-masing dengan berbagai lomba kemerdekaan. 

Hal sama di alami kawasan wisata Panorama Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 15 Agustus 2026. Meski nuansa merah putih terlihat menghiasi wisata air itu. Jumlah pengunjung di Agustusan ini tidak seramai momen bulan-bulan biasanya. 

"Pada hari-hari biasa, Panorama Boyolali dapat dikunjungi sekitar 1.000 hingga 3.000 wisatawan per hari. Namun, di bulan ini pengunjung masih cukup banyak, yaitu di atas 500 pengunjung," jelas Pengelola Panorama Boyolali, Joko Mulyono.

Joko mengungkapkan, memasuki momentum HUT ke-81 RI jumlah pengunjung Panorama Boyolali masih terbilang cukup ramai. Namun, jumlah wisatawan diakui Joko pada Agustusan ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa.

BACA JUGA: Polres Boyolali Tekankan Pelajar Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Tawuran

BACA JUGA: Dapur Warga di Simo Boyolali Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

Hal itu terjadi karena sebagian masyarakat memilih mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan peringatan kemerdekaan di lingkungan desa masing-masing. Untuk tetap memikat pengunjung pengelola Panorama menawarkan konsep tak biasa di bulan Agustusan ini. 

Sementara itu, menjelang HUT ke-81 RI Panorama Boyolali penuh dengan hiasan kemerdekaan. Mengusung konsep kebangsaan, Managemen Panorama Boyolali sengaja memasangnya untuk menarik pengunjuk. 

"Dengan memasang berbagai ornamen bernuansa merah putih di sejumlah lokasi wisata,  menjadi konsep kami memperingati HUT ke-81 RI," terang Joko. 

BACA JUGA: Peternak Boyolali Bagikan 108 Ekor Ayam, Bentuk Protes Harga Bahan Baku Pakan Tinggi

BACA JUGA: Tradisi Saparan di Lereng Gunung Merbabu Boyolali, Warga Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Selama ini, Panorama Boyolali juga rutin memperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ornamen merah putih yang sengaja dipasang, juga memaksudkan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Selain ornamen merah putih, 
"Setiap jam 10.00 kami menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mengenang jasa-jasa pahlawan kemerdekaan," paparnya. 

Para wisatawan tidak hanya berasal dari Kabupaten Boyolali, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Wisatawan tersebut antara lain berasal dari Klaten, Sukoharjo, Sragen, Solo, Salatiga, Semarang, Pati hingga Grobogan.

BACA JUGA: Jambret Kalung Menimpa Anak di Kampung Gudang Kapuk Boyolali, Pelaku Kendarai Motor Terekam CCTV

BACA JUGA: Waspada! 9 Kecamatan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kekeringan

Untuk ikut memeriahkan HUT RI, Panorama Boyolali juga menyediakan lokasi yang dapat digunakan masyarakat untuk menggelar berbagai perlombaan.

“Teman-teman yang mau mengadakan lomba di Panorama juga bisa mengadakan lomba di sini,” kata Joko.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai wahana wisata air dan fasilitas lainnya.

BACA JUGA: Polres Boyolali Ungkap Kasus Pidana Pengeroyokan di Rest Area Banyudono, Tangkap 4 Pelaku

BACA JUGA: Buka Jalan Kemandirian, BAZNAS dan Kemnaker Gandeng Difabel Boyolali Masuk Dunia Kerja

Sejumlah aktivitas yang tersedia antara lain tubing, berkuda, terapi ikan, terapi air terjun serta berbagai wahana wisata lainnya.

Pengelola berharap Panorama Boyolali tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata sekaligus menikmati suasana kemerdekaan dengan nuansa kebangsaan.

Kategori :