Scoopy Plat K Rem Blong di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, 1 Keluarga Asal Semarang Terperosok ke Kebun Warga
TERPEROSOK : Korban wisata asal Pedurungan Kota Semarang tergeletak di kebun warga usai motor ditumpangi alami rem blong hingga terperosok di Kawasan wisata Umbul Sidomukti. Foto : ist/ Erna Yunus Basri--
UNGARAN, diswayjateng.com - Nasib naas menimpa satu keluarga asal Pedurungan Kota Semarang saat melintasi jalanan menurun kawasan wisata Umbul Sidomukti, Kamis 26 Maret 2026.
Sepeda motor Honda Scoopy K 4734 PR yang ditumpangi mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun.
Akibatnya, satu keluarga terdiri dari suami istri dan seorang anak perempuan terperosok ke kebun warga.
Kondisi sang istri, bernama Widyanti (34) mengalami luka serius dan harus ditangani tim medis. Widyanti sempat tak mampu bergerak dan ditemani seorang petugas dengan memberinya minum serta memayunginya.
BACA JUGA: Lonjakan Wisatawan Candi Borobudur Saat Lebaran 2026 Tembus 65 Ribu Pengunjung
BACA JUGA: Lonjakan Wisata Lebaran 2026 di Jateng Naik 5,25 Persen, Kota Lama Semarang Jadi Primadona
Menurut Kapospam Bandungan, AKP Solekhan kecelakaan tunggal ini terjadi di jalur wisata Umbul Sidomukti, tepatnya di turunan Mrigen Ds. Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Saat kejadian, korban berboncengan dengan suaminya, Roy (34), serta anak perempuan mereka berusia 5 Tahun.
"Ketiganya diketahui hendak kembali usai menginap di kawasan wisata pegunungan tersebut," ungkap AKP Solekhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban melintasi turunan Mrigen yang dikenal cukup curam.
BACA JUGA: Luapan Sungai Comal Rendam 5.420 Rumah di Pemalang, Warga Sulit Beraktifitas
BACA JUGA: Pemudik Jogja-Tegal Masih Idolakan Tol Trans Jawa, Tarifnya Rp 300 Ribuan
Diduga tem kendaraan mengalami gangguan atau blong akibat panas berlebih, hingga akhirnya sepeda motor tidak dapat dikendalikan dan terjatuh ke kebun milik warga.
Akibat kejadian tersebut, Widyanti mengalami luka, sementara suami dan anaknya selamat.
"Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat panik dan tidak berani melakukan evakuasi, sehingga segera melaporkan kepada petugas Pos Pengamanan (Pospam Bandungan)," terang dia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pospam bersama petugas dari kawasan wisata langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban menggunakan kendaraan operasional menuju RS Ken Saras untuk mendapatkan penanganan medis.
BACA JUGA: Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 di Semarang Terkendali, Ratusan Ribu Kendaraan Melintas Tanpa Gangguan
BACA JUGA: LKPJ 2025, Wali Kota Sebut PAD Salatiga di 2025 Terealisasi 104,66 Persen, Angka Kemiskinan Turun
AKP Solekhan menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan, tetapi juga kesiapan kendaraan dan kewaspadaan pengemudi, terutama di jalur ekstrem seperti kawasan wisata pegunungan.
Di tempat yang sama, suami korban, Roy, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sudah merasakan adanya gangguan pada sistem pengereman.
“Saat di turunan, kami sudah merasa rem mulai tidak pakem, bahkan sekitar 50 meter sebelum lokasi sudah terasa blong. Padahal sebelumnya sempat kami guyur air, tapi karena kondisi jalan ramai dan harus sering mengerem, akhirnya tidak berfungsi," ujat Roy kepada petugas.
BACA JUGA: Mobil Dinas Ganti Plat Viral di Medsos, Sekdin Dinperpuska Pemalang Mohon Maaf
BACA JUGA: Disorot Anggota Dewan, Direktur PDAM Tak Hadir Saat Rapat Paripurna. Wakil Ketua DPRD Salatiga : Kartu Merah
Roy juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas di lapangan. Ia sangat berterima kasih kepada petugas Pospam, media dan warga sekitar yang cepat membantu.
"Penanganannya sangat cepat sehingga istri saya bisa segera dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga sekitar menyebut bahwa lokasi turunan Mrigen memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, khususnya bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan medan.
"Di sini memang sering kejadian, apalagi kalau kendaraan matik dan rem tidak siap. Tadi warga tidak berani evakuasi karena korban terlihat kesakitan, jadi langsung lapor petugas," aku seorang warga.
BACA JUGA: Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal Amblas, Warga Terisolir
BACA JUGA: One Way Lokal KM 425 Hingga KM 422 Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C
Polisi mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bandungan, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur menurun dan berkelok.
Pengendara diminta menghindari terlalu sering menggunakan rem, terutama saat berada di belakang kendaraan lain yang melaju lambat, karena dapat menyebabkan rem panas hingga berujung blong.
Selain itu, pengemudi juga disarankan memanfaatkan tong air yang disediakan sepanjang jalur wisata serta memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, dalam keadaan prima sebelum memasuki jalur wisata pegunungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:







