Petani memperoleh pengetahuan praktis mengenai budidaya kopi, termasuk penanaman serta pengendalian hama dan penyakit.
Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Keduanya membagikan pengalaman budidaya yang diharapkan dapat diterapkan langsung oleh petani Tombo.
Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan selama proses pelatihan berlangsung.
Persoalan hama dan penyakit menjadi salah satu perhatian petani dalam menjaga pertumbuhan tanaman kopi.
Bagi petani, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan menambah pengetahuan mengenai budidaya kopi Arabika.
Materi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali mengelola tanaman di lahan masing-masing.
Kepala Desa Tombo, Mustajab, mengatakan antusiasme petani menjadi modal penting dalam mengembangkan kembali potensi kopi.
Menurutnya, pengetahuan petani perlu diperkuat sejak tahap awal hingga pelaksanaan budidaya.
“Alhamdulillah, petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang disampaikan,” ujar Mustajab.
Ia berharap pengetahuan tersebut mendukung keberhasilan pengembangan kopi Arabika sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Penguatan kapasitas petani kemudian dilanjutkan dengan dukungan berupa penyediaan 5.400 bibit kopi Arabika.
Bibit tersebut disiapkan untuk mendukung penanaman pada lahan milik petani menjelang musim hujan.
Berdasarkan survei Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah (CDK IV), terdapat 27 bidang tanah yang disurvei.
Bibit tersebut direncanakan disalurkan kepada 13 petani untuk dikembangkan pada lahan mereka.
Pengembangan kopi tersebut juga memiliki batas penting, yakni tidak dilakukan melalui pembukaan kawasan hutan baru.