Dari Desa Tombo, IPeKB Batang Jangkau 17 Keluarga Berisiko Stunting

Dari Desa Tombo, IPeKB Batang Jangkau 17 Keluarga Berisiko Stunting

IPeKB bersama Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetijo beri bantan keluarga risiko stunting-ist-

BATANG, diswayjateng.id – Peringatan HUT ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Batang diwarnai 17 keluarga berisiko stunting di Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

Organisasi profesi itu turun langsung membantu 17 keluarga dengan kebutuhan pokok bergizi.

Paket tersebut berisi beras, daging ayam, telur, santan, margarin, dan sembako lainnya. 

Bantuan itu menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

BACA JUGA: HNSI Batang Menanti Kapal Keruk Baru untuk Atasi Sedimen Sungai Sambong

BACA JUGA: 22 Peserta Ikuti Tahap Lelang KPBU Penerangan Jalan Batang

Ketua DPC IPeKB Kabupaten Batang, Yuli Widi Nugroho, mengatakan peringatan hari jadi organisasi harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

"Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting," ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

Yuli menegaskan penyuluh keluarga berencana memiliki tanggung jawab lebih luas. 

Tugas mereka tidak hanya mendampingi program KB. Penyuluh juga ikut memperkuat kualitas keluarga melalui edukasi dan pendampingan.

BACA JUGA: Bupati Luncurkan Batang Investa, Faiz: Cegah Investor Salah Lahan

BACA JUGA: Respons Aspirasi Nelayan, Bupati Batang Siapkan Rp5 Miliar untuk Kapal Keruk

Menurutnya, stunting masih menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia.

Penanganannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian menghadapi persoalan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: