Seluruh lokasi penanaman berada di lahan milik petani dan disebut tidak berada dalam kawasan hutan.
Pendekatan itu membuat pengembangan komoditas kopi tidak diarahkan melalui perambahan atau pembukaan hutan.
Sebaliknya, tanaman kopi dikembangkan dengan mempertimbangkan fungsi ekologis lahan yang sudah dimanfaatkan masyarakat.
Kopi yang dikembangkan juga termasuk kelompok MPTS atau Multi-Purpose Tree Species.
Kelompok tanaman tersebut memiliki manfaat ekonomi sekaligus fungsi ekologis bagi lingkungan tempat tanaman dikembangkan.
Karena itu, pengembangan kopi Tombo diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Tanaman diharapkan membantu menjaga kondisi tanah, mengurangi risiko erosi, serta mendukung fungsi ekologis kawasan.
Proses pengembangan tersebut dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah pihak yang terlibat dalam program.
Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) ikut terlibat.
Bagi BPI, pemberdayaan masyarakat tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan bibit tanaman. Kapasitas petani menjadi faktor penting agar potensi ekonomi tersebut dapat dikelola secara mandiri.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan penguatan kapasitas menjadi bagian penting keberlanjutan program.
Menurutnya, petani membutuhkan pengetahuan sekaligus kemampuan pengelolaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang,” katanya. Ia berharap petani memiliki bekal cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahannya secara berkelanjutan.
Setelah kegiatan bimtek, petani juga akan mendapatkan pendampingan dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Pendampingan tersebut diharapkan memastikan teknik budidaya yang dipelajari dapat diterapkan secara tepat.
Dengan pola tersebut, program tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan.