Gerakan tersebut mendorong kebiasaan membaca satu buku setiap minggu, terutama bagi anak-anak.
Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz Kurniawan sebelumnya menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini. Menurut dia, membaca dapat menjadi bentuk latihan bagi perkembangan kognitif anak.
Bahkan, orang tua tidak harus menunggu anak mampu membaca sendiri.
Untuk anak yang belum lancar membaca, orang tua dapat membacakan cerita sebelum tidur dan mengajak anak menceritakan kembali pengalamannya.
Pesannya sederhana: budaya membaca tidak harus dimulai dengan target besar. Kebiasaan itu justru dapat tumbuh dari aktivitas kecil yang dilakukan secara konsisten.
Di Car Free Day Batang, konsep tersebut mendapat bentuk yang lebih konkret. Saat warga berolahraga dan berkumpul bersama keluarga, buku hadir sebagai pilihan aktivitas lain.
Tidak ada kewajiban membaca berjam-jam. Tidak ada target halaman yang harus dituntaskan pagi itu.
Hanya ada mobil perpustakaan, sejumlah buku, dan waktu sekitar tiga jam. Dari ruang sederhana itulah, kebiasaan membaca bisa diperkenalkan kembali sebagai bagian dari aktivitas akhir pekan.
Bagi generasi yang tumbuh bersama layar, mungkin tantangannya bukan sekadar menemukan buku. Tantangannya adalah menemukan alasan untuk berhenti scroll dan mulai membaca.
Di Batang, salah satu jawabannya kini datang setiap Minggu pagi melalui perpustakaan keliling di Car Free Day.