Dugaan Keracunan MBG Bawang, Bupati Batang Tunggu Hasil Lab dan Audit

Dugaan Keracunan MBG Bawang, Bupati Batang Tunggu Hasil Lab dan Audit

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menjenguk korban dugaan keracunan MBG di ruang diklat, Kamis 24 September 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.id – Bupati BATANG M Faiz Kurniawan menegaskan Pemerintah Kabupaten BATANG memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadi dugaan keracunan makanan di wilayah Kecamatan Bawang.

Pemkab Batang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Di saat bersamaan, pemerintah daerah melakukan audit dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keberlanjutan operasional dapur MBG yang bersangkutan.

"Langkah pertama, tentu saja kita sedang menunggu hasil uji lab, kemudian sedang on process untuk melakukan audit atau koordinasi dengan BGN untuk dapur tersebut. Hasilnya nanti akan segera kami publikasikan," ujar Faiz saat ditemui wartawan seusai sidang paripurna DPRD Batang, Kamis 1 Oktober 2026.

Faiz mengatakan operasional dapur MBG yang berkaitan dengan insiden tersebut untuk sementara dihentikan. Pemkab Batang belum mengambil keputusan mengenai keberlanjutan dapur karena masih menunggu hasil evaluasi.

BACA JUGA: Sekolah Diminta Tak Tolak MBG, Kadisdikbud Batang Soroti Batas Waktu Konsumsi

BACA JUGA: Ketika Uang Lusuh Warga Batang di Laci Kembali Bernilai, Ada Pegadaian dan BI di Tengahnya

Menurutnya, kewenangan untuk menentukan apakah dapur tersebut dapat kembali beroperasi atau harus ditutup permanen berada pada BGN. Pemkab Batang akan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil audit dan evaluasi di lapangan.

"Sementara memang disampaikan ditutup sementara. Apakah nanti layak atau tidak dalam konteks pelayanan gizi ke depan, sehingga perlu ditutup permanen atau tidak, yang memutuskan adalah BGN. Kami dari pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi terkait kelayakannya," katanya.

Kasus Dugaan Keracunan Capai 675

Langkah evaluasi tersebut dilakukan setelah jumlah kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang mencapai 675 orang.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi per Kamis (1/10/2026) pukul 10.00 WIB, dari total 675 kasus tersebut masih terdapat sembilan pasien yang menjalani rawat inap.

Kasus terbanyak tercatat di Puskesmas Bawang dengan 613 kasus. Dari jumlah tersebut, tiga pasien masih menjalani rawat inap, 36 pasien telah pulang, 393 tercatat sebagai rawat jalan, dan 182 pasien dirujuk.

Selain Puskesmas Bawang, penanganan pasien juga tercatat di Puskesmas Subah, Puskesmas Gringsing 1, Puskesmas Bandar 1, RSUD Batang, dan RSUD Limpung. Dinkes juga mencatat 61 pasien memperoleh pengobatan di fasilitas kesehatan lainnya.

Data tersebut merupakan pembaruan penanganan kasus hingga pukul 10.00 WIB dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi pasien.

Bupati Tegaskan Zero Tolerance

Faiz menegaskan Pemkab Batang mengambil sikap tegas terhadap setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait