Senada dengan hal tersebut, Ketua GOW Kota Tegal, Debby, menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus mengawal program-program kesehatan masyarakat. Menurutnya, kelompok remaja membutuhkan perhatian ekstra mengingat tingkat mobilitas harian mereka yang terbilang tinggi.
BACA JUGA:451 Warga Batang Terjangkit TBC, Warungasem dan Bawang Jadi Wilayah Paling Rawan
BACA JUGA:Ancaman TBC Mengintai Warga Jepara, Ratusan Kader Kesehatan Dikerahkan Deteksi Dini
"Sekolah merupakan tempat yang sangat penting dalam upaya eliminasi TBC. Oleh karena itu, edukasi kepada para pelajar menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ini," ungkap Debby.
Kegiatan TOSS TBC 2026 ini diikuti oleh 212 pengurus OSIS tingkat SMP dan SMA se-Kota Tegal. Tiap sekolah mengirimkan tiga perwakilan siswa terbaiknya untuk menyerap materi edukasi kesehatan.
TBC Menular, Bukan Disease Herediter
Ketua PPTI Jawa Tengah, Hartanto, meluruskan anggapan keliru yang masih kerap beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tuberkulosis murni disebabkan oleh infeksi menular, bukan faktor keturunan atau genetika.
"TBC merupakan penyakit menular, bukan penyakit keturunan. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan sampai tuntas agar tidak menularkan kepada orang lain," tegas Hartanto.
BACA JUGA:Wilayah Pati Dikepung Bakteri TBC, 2.658 Warga Terjangkiti Tersebar di 120 Desa
BACA JUGA:IBI Kabupaten Tegal Kampanyekan TOSS-TBC dan Gaungkan Program Bidan Delima di HKN 2025
Hartanto turut melayangkan apresiasi tinggi atas komitmen Pemkot Tegal dalam mendukung program penanggulangan TBC secara berkelanjutan. Pelibatan pelajar dinilai sebagai taktik jitu untuk memupuk kepedulian sejak dini.
Melalui program Meet and Greet TOSS TBC 2026, ratusan pelajar terpilih diharapkan tidak sekadar memahami bahaya penyakit ini. Mereka diproyeksikan menjadi kader dan duta kesehatan yang siap menyebarkan pesan pencegahan ke lingkup sekolah, keluarga, hingga publik luas.