TEGAL, diswayjateng.id - Tantangan berat kini membendung laju industri hasil tembakau nasional. Di tengah tren penurunan produksi rokok secara umum, para pelaku usaha resmi harus menghadapi ancaman yang tak kalah serius: gempuran rokok ilegal yang kian masif di pasaran.
Kondisi memprihatinkan ini diserap langsung oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohammad Hekal, saat menyambangi salah satu pabrik rokok di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk menggali aspirasi para pelaku usaha sebelum Parlemen menentukan keputusan strategis terkait arah kebijakan cukai mendatang.
"Saya ingin melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan agar kebijakan yang nantinya dibuat tidak keliru. Ini penting karena setiap kebijakan terkait cukai akan berdampak secara nasional," ungkap politisi dari Fraksi Gerindra tersebut.
BACA JUGA:393 Buruh Pabrik Rokok di Salatiga Terima BLT DBHCHT Hingga Rp300 Juta
BACA JUGA:Info Lengkap Pencairan BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Tegal untuk 678 Penerima
Perlindungan Industri Legal dan Penyerapan Tenaga Kerja
Kunjungan kerja ini dinilai bernilai strategis. Selain berada di daerah pemilihannya, manufaktur tembakau tersebut tergolong sektor padat karya yang menjadi tumpuan hidup banyak warga lokal.
Hekal mengapresiasi tata kelola pabrik rokok di Tegal yang dinilai mampu menjamin kesejahteraan buruh. Perusahaan mencatatkan rekam jejak positif dengan menyalurkan honorarium di atas standar minimum regional.
Menariknya, struktur tenaga kerja di fasilitas tersebut didominasi oleh kelompok usia muda dari Generasi Z serta milenial. Banyak di antara mereka yang merintis karier sejak dini dan menggantungkan harapan hidup jangka panjang di sana.
"Sebagian besar karyawannya merupakan generasi Z dan milenial. Banyak yang bekerja sejak usia muda dan berharap bisa pensiun di perusahaan ini karena penghasilannya cukup baik, bahkan banyak yang menjadi tulang punggung keluarga," ujar Hekal.
BACA JUGA:Serbuan Rokok Ilegal di Kudus Menggerus Setoran Cukai ke Pemerintah
BACA JUGA:Satpol PP Kabupaten Tegal Endus Rokok Ilegal Kualitas Pabrikan
Atas dasar itu, negara dinilai wajib hadir memberikan jaminan kepastian hukum dan perlindungan bagi pabrik yang patuh aturan. Keberadaan industri legal memegang peranan ganda: menyumbang kas negara lewat pajak serta cukai, sekaligus menekan angka pengangguran.
"Yang harus kita jaga adalah industri yang legal. Mereka membayar pajak, membayar cukai, dan memberikan pekerjaan kepada masyarakat. Musuh utamanya adalah rokok ilegal," tegasnya.
Bahaya Rokok Ilegal dan Evaluasi Tarif Cukai
Guna menjaga kelangsungan bisnis yang tertib hukum, Hekal mendorong jajaran pemerintah memperketat pengawasan serta penindakan terhadap rokok ilegal.