Henni Mulyani : Seniman Memiliki Kedekatan dengan Budaya Merokok

Henni Mulyani : Seniman Memiliki Kedekatan dengan Budaya Merokok

SISI : Sosialisasi DBHCHT diikuti kelompok seniman di Salatiga. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.com - Kalangan seniman memiliki kedekatan dengan budaya merokok. 

Sehingga sosialisasi sekaligus mengkampanyekan untuk menggempur rokok ilegal di Kota Salatiga, sangat penting dilakukan. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, Henni Mulyani, S.E., M.A.P., M.A., di tengah kegiatan Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di Gedung GPD Salatiga, akhir pekan lalu. 

Hadir pula, Ketua TP PKK Kota Salatiga dan para pengurus, serta diikuti para seniman dan perwakilan sanggar seni di Kota Salatiga.

BACA JUGA: DBHCHT Wonosobo 2025 Didorong untuk Kesejahteraan dan Penguatan Ekonomi Daerah

BACA JUGA: Gelar Studi Komparasi Pemanfaatan hingga Evaluasi DBHCHT

Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah,  Sarworini, SP., M.Si., dan Kepala Seksi Penyuluhan dan Informasi KPP Bea Cukai TMP A Semarang, Joko Sartono, sebagai narasumber.

Disampaikan Henny, dalam rangka menghentikan peredaran rokok ilegal di Kota Salatiga, Pemerintah Kota melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarkan sosialisasi DBHCHT. 

"Dan momen sosialisasi DBHCHT menjadi penting untuk mencegah peredaran rokok ilegal di Salatiga," ungkap Henny. 

Ia menyampaikan bahwa, seniman lekat dan dekat dengan rokok. 
"Seperti kita pahami bersama bahwa seniman lekat dan dekat dengan rokok. Oleh karenanya, melalui sosialisasi ini cukai dari rokok itu juga berguna untuk salah satunya pengembangan seni dan budaya," imbuhnya. 

BACA JUGA: Sosialisasi DBHCHT dengan Pengurus TP PKK Kabupaten Tegal

BACA JUGA: Bea Cukai dan Pemkot Semarang Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Sementara, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam mendukung program Gempur Rokok Ilegal

"Gempur Rokok Ilegal harus menjadi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Salatiga harus menjadi kota yang tidak memberi ruang sedikitpun bagi peredaran rokok ilegal. Mari kita gempur rokok ilegal mulai dari diri kita sendiri dan dimulai hari ini," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, mengingatkan bahwa peredaran rokok ilegal bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi berdampak luas terhadap perekonomian negara dan kesehatan masyarakat.

"Saya memandang bahwa peran keluarga khususnya para ibu sangat penting dalam membangun kesadaran sejak dini melalui edukasi yang tepat. Oleh karena itu saya mengajak dengan gerakan 3M untuk kita bisa gempur rokok ilegal, yaitu melihat, melapor, dan mengedukasi melalui para kader PKK," ujarnya. 










Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait