Ia berharap kegiatan tersebut dapat menggugah kesadaran generasi muda dalam menjaga lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Budhi mencontohkan, kepedulian lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan saat berada di kawasan pantai.
"Jangan membuang sampah sembarangan karena bisa mencemari laut, muara, dan lingkungan pesisir pantai," katanya.
BACA JUGA:Komisi II DPRD Batang: Parkir Truk di Petamanan Banyuputih Dipoles Pakai E-Parking
BACA JUGA:Perda Perumahan Batang Makin Ketat, Pengembang Tak Bisa Asal Bangun
Budhi juga mengungkapkan kondisi pesisir Kabupaten Batang masih cukup memprihatinkan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di wilayah Sigandu ke arah barat.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan bersama seluruh pemangku kepentingan. Peran masyarakat, terutama generasi muda, dinilai sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir.
Ia mendorong generasi muda aktif melakukan kegiatan penanaman mangrove secara swadaya. Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya jika tidak didukung peran aktif masyarakat.
"Kalau hanya pemerintah saja, pemerintah akan terbatas sumber dayanya tanpa peran serta masyarakat, terutama generasi muda," ujar Budhi.
Melalui Susur Pantai Ilmiah 4, kepedulian generasi muda terhadap lingkungan diharapkan semakin tumbuh. Upaya menjaga pesisir Batang pun diharapkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.