Reban dan Pecalungan menjadi dua wilayah yang masih kosong dari pembangunan perumahan. Sementara itu, wilayah lain justru berkembang dengan ribuan unit rumah.
BACA JUGA:Lelang KPBU APJ Batang Diikuti 22 Peserta, Proyek Smart City Rp143,8 Miliar Masuk Tahap Aanwizjing
BACA JUGA:Tabrak 3 Kendaraan, Truk Hino Terguling di Pantura Plelen Batang, Empat Korban Alami Luka-luka
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian tidak selalu bergerak seragam. Pengembang tentu mempertimbangkan lokasi, pasar, akses, serta potensi ekonomi dalam menentukan pembangunan.
Ke depan, perkembangan perumahan subsidi di Batang diperkirakan tetap menjadi perhatian. Terlebih dengan pertumbuhan ekonomi dan kawasan industri yang terus berkembang.
Pemerintah daerah perlu memastikan pembangunan rumah berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Hunian yang bertambah harus diikuti lingkungan yang nyaman dan pelayanan publik.
Sebab, pembangunan perumahan bukan sekadar mengejar jumlah unit rumah. Lebih jauh, pembangunan tersebut menyangkut masa depan kawasan dan masyarakat yang tinggal di dalamnya.