Peringatan diberikan sebelum kereta mencapai lokasi korban.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan masinis telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif berulang kali.
Namun, korban tetap berada di jalur kereta sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
"Berdasarkan keterangan masinis, klakson lokomotif sudah dibunyikan berulang sebagai peringatan. Namun orang tersebut tetap berada di jalur kereta api," kata Luqman.
Usai kejadian, KA 182A Kamandaka memasuki Stasiun Batang pukul 08.19 WIB.
Petugas kemudian memeriksa rangkaian kereta untuk memastikan seluruh sarana tetap aman.
Setelah pemeriksaan selesai dan tidak ditemukan kerusakan, kereta kembali diberangkatkan pukul 08.30 WIB.
Perjalanan KA Kamandaka mengalami keterlambatan sekitar 10 menit akibat proses pemeriksaan tersebut.
PT KAI Daop 4 Semarang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Perusahaan juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
"Kami turut prihatin atas kejadian ini. Masyarakat diminta tidak berada di jalur rel maupun ruang manfaat jalur kereta api karena sangat membahayakan keselamatan," ujar Luqman.
KAI menyebut edukasi keselamatan terus dilakukan sepanjang 2026.
Hingga Juli, Daop 4 Semarang telah melaksanakan 212 sosialisasi di perlintasan sebidang dan 21 edukasi di sekolah.
Selain itu, sebanyak 14 perlintasan liar telah ditutup untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu dan palang perlintasan.