Pekerja Pabrik Mainan Bergejolak, Pemkab Batang Sentil Komunikasi Waxinda

Pekerja Pabrik Mainan Bergejolak, Pemkab Batang Sentil Komunikasi Waxinda

Ilustrasi aspirasi di kawasan pabrik Waxinda-by ai-

BATANG, diswayjateng.id – Dinamika hubungan industrial mulai mencuat di tengah ekspansi industri di Kompleks Waxinda yang berada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Sejumlah pekerja di salah satu perusahaan pabrik mainan menyampaikan dua aspirasi kepada manajemen. Mereka menginginkan perubahan pola kerja dari enam menjadi lima hari serta tambahan uang makan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Suprapto, membenarkan adanya pembicaraan mengenai aspirasi tersebut. Ia menilai keinginan pekerja merupakan hal yang wajar dan persoalan tersebut belum semestinya dipandang sebagai konflik terbuka.

“Keinginan itu wajar dan pilihannya mana, itu boleh semua, sah-sah saja,” kata Suprapto, Selasa 8 Septembe 2026.

Menurut Suprapto, pola kerja lima maupun enam hari pada prinsipnya diperbolehkan sepanjang memenuhi ketentuan jam kerja sesuai regulasi. Karena itu, perubahan pola kerja merupakan kebijakan yang perlu dibicarakan antara perusahaan dan pekerja.

BACA JUGA: Kejar Target 3.000 Pekerja, Daker Batang Jemput Bola ke Alumni SMK

BACA JUGA: Ancaman Algoritma Medsos, Kapolresta Batang Serukan Gen Z Peace

“Perusahaan menerapkan enam hari pun tidak melanggar, menerapkan lima hari pun nggak melanggar,” ujarnya.

Keinginan pekerja menerapkan lima hari kerja disebut muncul karena terdapat perusahaan lain di sekitar kawasan yang telah menggunakan pola tersebut. 

Para pekerja kemudian berharap sistem serupa dapat diterapkan di perusahaan tempat mereka bekerja. Suprapto menegaskan, Disnaker Batang tidak berada pada posisi menentukan perusahaan harus menggunakan sistem lima atau enam hari kerja. 

Pemerintah, kata dia, mendorong agar persoalan tersebut dibahas melalui komunikasi yang baik antara pekerja dan perusahaan. Selain pola kerja, pekerja juga menyampaikan aspirasi terkait uang makan. 

BACA JUGA: Bupati Batang Spill Hasil di Kementrian PU, Gringsing Bakal jadi Kota Baru

BACA JUGA: Ditinggal Ziarah ke Madura, Rumah di Kauman Batang Ludes Terbakar

Suprapto mengatakan, pemberian uang makan sebenarnya telah dibicarakan sejak awal perusahaan melakukan persiapan menuju kegiatan produksi.

“Memang sudah dibicarakan sejak awal dan sudah disampaikan sejak awal memulai bahwa itu nanti akan diberikan uang makan kalau perusahaan itu sudah mulai produksi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: