Di sisi lain, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB bersistem zonasi diakui memicu tantangan baru di wilayah pinggiran.
BACA JUGA:Kronologi Lengkap 2 Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo: 6 Hari Pencarian Masih Nihil Petunjuk
Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan siswa di sekolah perkotaan, sedangkan area pedesaan seperti Kaliwiro dan Wadaslintang justru kekurangan kuota pendaftar.
Masalah kekurangan daya tampung itu memaksa dilakukannya kebijakan penggabungan atau regrouping sekolah yang kini menjadi draf evaluasi bersama.
Selain urusan sekolah, dibahas pula kesuksesan penekanan angka stunting di mana Wonosobo sukses meraih peringkat terbaik se-Jawa Tengah.
Namun, tingginya angka pernikahan dini dinilai masih menyumbang dampak negatif terhadap risiko anak putus sekolah.
BACA JUGA:Kasus Kredit Macet di Wonosobo, Bank Tegaskan Dokumen Perjanjian Sah dan Tidak Ada Rekayasa
Komisi D mendorong penguatan sektor pendidikan vokasi agar kurikulum SMK selaras dengan potensi lokal pariwisata serta pertanian.
Guna memastikan anak kurang mampu tetap mendapat hak belajar, Dewan memberikan dukungan penuh pada operasional Sekolah Rakyat Candiayas.