Komisi D DPRD Wonosobo Dorong Peningkatan IPM Lewat Program SOOD dan Evaluasi Sistem PPDB Zonasi

Kamis 09-07-2026,07:21 WIB
Reporter : Ari Sunandar
Editor : Adi Mulyadi

Di sisi lain, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB bersistem zonasi diakui memicu tantangan baru di wilayah pinggiran.

BACA JUGA:Kronologi Lengkap 2 Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo: 6 Hari Pencarian Masih Nihil Petunjuk

BACA JUGA:Dua Remaja Hilang Misterius saat Mendaki Gunung Bismo Wonosobo, Tim Gabungan Sisir Tujuh Titik Lokasi

Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan siswa di sekolah perkotaan, sedangkan area pedesaan seperti Kaliwiro dan Wadaslintang justru kekurangan kuota pendaftar.

Masalah kekurangan daya tampung itu memaksa dilakukannya kebijakan penggabungan atau regrouping sekolah yang kini menjadi draf evaluasi bersama.

Selain urusan sekolah, dibahas pula kesuksesan penekanan angka stunting di mana Wonosobo sukses meraih peringkat terbaik se-Jawa Tengah.

Namun, tingginya angka pernikahan dini dinilai masih menyumbang dampak negatif terhadap risiko anak putus sekolah.

BACA JUGA:Kasus Kredit Macet di Wonosobo, Bank Tegaskan Dokumen Perjanjian Sah dan Tidak Ada Rekayasa

BACA JUGA:Cerita dari Sektor Delapan Makkah, Jemaah Haji Asal Wonosobo Barat Ini Sukses Naik Haji dari Daun Pisang

Komisi D mendorong penguatan sektor pendidikan vokasi agar kurikulum SMK selaras dengan potensi lokal pariwisata serta pertanian.

Guna memastikan anak kurang mampu tetap mendapat hak belajar, Dewan memberikan dukungan penuh pada operasional Sekolah Rakyat Candiayas.

Kategori :