Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera di Pati Pasang Badan Dukung Program MBG

Rabu 24-06-2026,15:14 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Ismail F

PATI, diswayjateng.id- Massa yang mengatasnamakan Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera (BRIS) menyuarakan dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut. Aspirasi mereka diluapkan melalui unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun Pati. 

Dalam aksinya, massa menyampaikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan lainnya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia khususnya di Kabupaten Pati. 

Titik kumpul massa berada depan Masjid Agung Baitunnur Pati, dan berjalan kaki menuju lokasi tempat berorasi di depan Kantor Bupati Pati. 
Massa menilai Program MBG sangat berdampak nyata ke warga Pati. --

Massa yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Pati ini, membawa beragam spanduk dan poster. Tulisannya menarasikan dukungan terhadap program pemerintah. 

Diantaranya 'Prabowo Yes! MBG Yes!, Program Baik Butuh Sistem Baik. Bukan Berhenti tapi Diperbaiki." Selanjutnya, MBG Ciptakan Lapangan Kerja"

"Sistem Rusak Bisa Diperbaiki, Pekerjaan Hilang Ke Mana Harus Cari?", "Perut Kenyang, Belajar Tenang, Prestasi Gemilang, Orang Tua Senang"

Demikian narasi yang tertulis di sejumlah spanduk maupun poster yang dibawa massa.

"Aksi kali ini diikuti oleh sekitar 4 ribu orang yang terkoordinasi. Mayoritas massa berasal dari kalangan petani, nelayan, " ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Edi Hidayatullah. 

Massa juga diklaim berasal dari para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pati. Dalam aksi ini, ada dua tuntutan yang menjadi poin utama massa. 

"Tuntutan umumnya ada dua: Lanjutkan pemerintahan Prabowo, selanjutnya lanjutkan program-program strategis beliau, yaitu MBG," tukas Edi. 

Edi menegaskan, program MBG memberikan dampak positif yang masif di tingkat bawah. Sebab juga ikut membantu sektor UMKM, petani, nelayan, hingga peternak lokal. 

Tidak hanya itu, massa juga mendesak percepatan pengesahan Undang-undang MBG dan penyuksesan program tersebut. Selanjutnya pengembangan kampung nelayan, serta keberlanjutan pemerintahan tanpa adanya provokasi.

Menyikapi dinamika program MBG usai sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional menjadi tersangka kasus korupsi, Edi menegaskan bahwa mereka tidak menolak adanya evaluasi.

Massa tetap mendukung langkah penegakan hukum demi perbaikan program. Namun demikian, mereka tidak setuju jika MBG dihentikan total.

Edi menyebut bahwa terdapat lebih dari satu juta orang menggantungkan mata pencaharian mereka pada program MBG. 

Kategori :