Edi Cahyono menjelaskan, seruan aksi damai ini menjadi saluran aspirasi masyarakat pedesaan. Sebab mereka merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintahan saat ini.
Edi mengaku bahwa program-program unggulan Presiden Prabowo tersebut, sangat berpihak pada pemenuhan kebutuhan rakyat kecil.
"Kami mendukung pemerintahan Prabowo Subianto untuk melaksanakan program-program strategis yang pro terhadap rakyat," tegas Edi di depan massa.
Edi memaparkan, program MBG secara nyata membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa tanpa memandang latar belakang pendidikan. Selain itu, membantu stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Manfaat positif dari program strategis Presiden Prabowo Subianto ini, juga dibenarkan oleh orator lainnya dalam aksi tersebut. Mereka juga menyoroti penyerapan hasil bumi oleh dapur umum program pemenuhan gizi.
"Yang biasa harga murah jadi distok di dapur MBG, kemudian para petani menjadi sejahtera. Biasanya telur yang dijual sampai busuk tidak laku, sekarang dimasukkan ke MBG jadi laku," ucap Anang, Orator Aksi.
Anang mengakui bahwa manfaat nyata program MBG, juga dirasakan langsung oleh Rinawati. Wanita yang sehari-hari bekerja di bagian pengemasan (packing) di dapur SPPG ini, menilai bahwa MBG sebagai jembatan bagi warga berusia di atas 40 tahun yang kesulitan mencari lapangan kerja formal.
”Satu titik SPPG minimal mempekerjakan 50 orang karyawan. Kalau sampai ditutup, angka pengangguran akan melonjak tajam,” terang Rinawati.
Massa juga membeberkan sejumlah hasil bumi dari Kabupaten Pati yang selama ini diserap SPPG. Diantaranya jeruk yang dpasok dari Desa Soneyan, pisang dari Desa Tompegunung.
Selanjutnya produk protein lokal seperti ikan lele, daging ayam, dan telur dari peternak lokal Pati kini memiliki pasar yang pasti.