Demo Mahasiswa Pecah di Pusat Kota Tegal, Kritisi Program Prabowo-Gibran

Sabtu 20-06-2026,07:30 WIB
Reporter : K Anam Syahmadani
Editor : Adi Mulyadi

TEGAL, diswayjateng.id - Aksi demo mahasiswa pecah di pusat Kota Tegal, Jumat sore, 19 Juni 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tegal Raya menyuarakan keresahan mereka. 

Tidak seperti biasanya, aksi justru dipusatkan di kawasan Alun-Alun Tegal dan Taman Pancasila.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan long march sambil membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik. Di antaranya bertuliskan: “Citra naik, rakyat jatuh”, “Ekonomi tumbuh, rakyat jatuh”, serta “Gelap gulita pendidikan Indonesia”. Lagu Buruh Tani pun bergema mengiringi aksi. 

“Harga BBM naik terus, kebutuhan pokok melonjak, bantuan sosial tidak merata. Anggaran negara disia-siakan,” ujar salah satu orator perempuan berjaket merah.

BACA JUGA:Lomba SPPG Polri Polda Jateng, SPPG Dukuhturi Polres Tegal Didatangi Tim Penilai

BACA JUGA:Kabar Gembira! 17 Ruas Jalan Rusak di Kota Tegal Segera Diperbaiki

Kritik Program Prabowo-Gibran

Sejumlah tokoh mahasiswa turut menyampaikan orasi, di antaranya Ketua BEM UPS Tegal Miftakhul Arsy, Ketua DPC GMNI Tegal M Lutfi Azkiya, Ketua KAMMI Tegal Bahari Halim Alrasyid, serta Ketua Umum HMI Cabang Tegal Abdurrohman Wahid. 

Dalam orasinya, Miftakhul Arsy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Tegal apabila aksi demo mahasiswa tersebut mengganggu aktivitas.

“Tapi kebijakan Pemerintah yang dirasakan masyarakat jauh lebih mengganggu,” tegas Miftakhul.

6 Tuntutan Demo Mahasiswa Tegal

Aksi ini membawa enam poin tuntutan. Berikut selengkapnya 6 tuntutan tersebut:

  • Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 
  • Menghentikan sementara serta mengevaluasi total tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Menghentikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 
  • Menstabilkan harga bahan pokok.
  • Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). 
  • Mengevaluasi sistem penyaluran bantuan subsidi agar tepat sasaran. 

BACA JUGA:Awasi Peredaran Obat Ilegal, Wali Kota Tegal Sidak Apotek dan Toko Obat, Ini Hasilnya

BACA JUGA:Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Komunitas Ojol, Kapolres Tegal Kota: Perkuat Komunikasi dengan Warga

Selain itu, mahasiswa juga menyerukan aspirasi mengembalikan TNI dan Polri pada tugas pokok dan fungsinya. Menghentikan tindakan represif serta membebaskan tahanan politik. 

Usai tuntutan dibacakannya, Ketua Umum HMI Cabang Tegal Abdurrohman Wahid meminta Kepala Daerah untuk menjawab dengan tegas dan tidak normatif. 

Kategori :