“Kami meminta Wali Kota membawa tuntutan ini ke Pemerintah Pusat,” ujar Abdurrohman.
Respon Pemerintah Daerah
Tidak lama berselang, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono akhirnya keluar dari Pringgitan Rumah Dinasnya. Dia menemui massa aksi di Taman Pancasila, didampingi Kapolres, Danlanal, Dandim, Sekda, Kepala Satpol PP, dan Kepala OPD terkait lainnya. Di hadapan massa, Wali Kota menyatakan memahami aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
BACA JUGA:Resmi Dilantik, Saka Anti Narkoba Kota Tegal Siap Bentengi Remaja
“Saya sangat yakin aksi ini untuk kebaikan bersama,” ujar Wali Kota.
Menanggapi isu MBG, Dedy menyebutkan, di Kota Tegal terdapat 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, menurutnya, jumlah tersebut masih tergolong rendah dibandingkan target Pemerintah Pusat.
Sementara itu, terkait KDMP, baru sembilan dari total 27 kelurahan yang memiliki fasilitas tersebut. Hal ini disebabkan keterbatasan aset Pemerintah Kota Tegal, terutama ketersediaan lahan di tiap kelurahan.
Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap independen di tengah isu keterkaitan pejabat dengan proyek SPPG. Dia membantah memiliki kepentingan pribadi.
“Yakinlah, saya masih idealis. Saya tidak memiliki saham di MBG mana pun. Silakan dicek,” aku Wali Kota.
Di akhir pertemuan, Dedy memastikan dirinya siap menyampaikan seluruh tuntutan mahasiswa kepada Pemerintah Pusat.