Harapan Keraton Solo di Malam 1 Sura

Rabu 17-06-2026,16:25 WIB
Reporter : Achmad Khalik Ali
Editor : Ismail F

Menurut Gusti Moeng, jumlah pusaka yang dikirab tahun ini memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan masa pemerintahan Pakubuwono XIV yang saat ini memimpin Keraton Solo.

Selain menyampaikan doa dan harapan, Gusti Moeng juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan budaya Jawa. 

Salah satunya adalah pengusaha nasional Puspo Wardoyo yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional.

"Mereka yang peduli terhadap budaya adalah bagian penting dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya," katanya.

Sementara itu, suasana kirab memberikan pengalaman yang berkesan bagi Syafiq Abu Bakar, putra pengusaha kuliner nasional Puspo Wardoyo. 

Untuk pertama kalinya ia menyaksikan langsung prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Sura setelah selama ini hanya melihatnya melalui media sosial dan berbagai tayangan video.

Menurut Syafiq, pengalaman menyaksikan langsung tradisi tersebut jauh berbeda dibanding melihatnya dari layar.

"Saya sangat kagum. Antusiasme masyarakat luar biasa. Budaya Jawa di Solo benar-benar masih hidup dan dijaga bersama," ujarnya.

Ia menilai Kota Solo memiliki identitas budaya yang sangat kuat. Mulai dari bangunan bersejarah, tradisi keraton, hingga kehidupan masyarakat yang masih dekat dengan nilai-nilai budaya Jawa menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kesan itu membuat Syafiq berkeinginan kembali mengikuti perayaan Malam 1 Sura pada tahun mendatang. Bahkan, ia berencana mengenakan pakaian adat Jawa agar bisa lebih merasakan suasana tradisi yang sarat makna tersebut.

"Budaya seperti ini harus terus dijaga. Saya berharap semakin banyak anak muda yang mengenal dan mencintai budaya Jawa karena ini bagian dari identitas bangsa," katanya.

Di tengah perkembangan zaman yang serba modern, peringatan Malam 1 Sura kembali membuktikan bahwa Keraton Solo masih menjadi salah satu benteng pelestarian budaya Jawa. 

Tradisi yang diwariskan selama ratusan tahun itu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan kecintaan terhadap budaya tetap relevan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Kategori :