Miris! Tembok Bersejarah Keraton Solo Jadi Sasaran Vandalisme

Miris! Tembok Bersejarah Keraton Solo Jadi Sasaran Vandalisme

Tembok Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah Kota Solo menjadi sasaran aksi vandalisme-Istimewa-

SOLO, diswayjateng.id -- Tembok Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah Kota Solo menjadi sasaran aksi vandalisme oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Kondisi memprihatinkan tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok @seputar_surakarta viral di media sosial. 

Dalam video itu terlihat tembok keraton dipenuhi coretan menggunakan cat semprot beraneka warna yang merusak keindahan dan nilai estetika bangunan cagar budaya.

Tak hanya dipenuhi grafiti liar, sejumlah bagian tembok juga tampak mengalami kerusakan fisik.

Pemandangan tersebut memicu keprihatinan warga yang menilai aksi vandalisme telah melampaui batas karena menyasar situs bersejarah yang menjadi identitas Kota Solo.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, membenarkan adanya aksi vandalisme di area tembok Keraton Solo yang berada di wilayah Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon.

Menurutnya, vandalisme masih menjadi persoalan serius yang terus berulang di berbagai sudut kota, mulai dari fasilitas umum hingga kawasan cagar budaya.

"Vandalisme hampir terus terjadi di Kota Solo. Tidak hanya fasilitas umum, tetapi juga sudah menyasar kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi," ujar Didik, Jumat 5 Juni 2026.

Sebagai langkah penanganan, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk membersihkan coretan-coretan tersebut dan mengembalikan warna tembok seperti semula.

Upaya pemulihan dilakukan agar keindahan kawasan bersejarah itu dapat kembali terjaga sekaligus mencegah munculnya kesan kumuh di pusat kota.

"Kami akan melakukan pembersihan dan mengembalikan warna tembok sesuai kondisi awal sehingga estetika kawasan tetap terjaga," katanya.

Selain tembok keraton, Satpol PP juga berencana melakukan pembersihan vandalisme di sejumlah titik lain yang selama ini kerap menjadi sasaran aksi serupa, termasuk kawasan Flyover Purwosari.

Didik mengungkapkan, pihaknya beberapa kali berhasil menangkap pelaku vandalisme secara langsung.

Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan selama ini, mayoritas pelaku berasal dari kalangan remaja, mulai pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: