Malam 1 Sura di Keraton Solo, Satu Tradisi Dua Pelaksanaan

Malam 1 Sura di Keraton Solo, Satu Tradisi Dua Pelaksanaan

Suasana Hajad Dalem 1 Sura di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.-Istimewa-

SOLO, diswayjateng.id -- Malam 1 Sura 1959 Jawa yang selama ini identik dengan Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Solo Hadiningrat kembali digelar, Selasa malam hingga Rabu dini hari 16-17 Juni 2026. 

Namun, peringatan tahun ini menghadirkan pemandangan berbeda. Dalam satu kompleks keraton, dua agenda berlangsung secara bersamaan dengan konsep dan prosesi yang berbeda.

Sejak petang, ribuan masyarakat mulai memadati kawasan sekitar Keraton Solo untuk menyaksikan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut. Di dalam kompleks keraton, ratusan abdi dalem dari dua kubu tampak bersiap mengikuti rangkaian acara masing-masing.

Pihak SISKS Pakubuwono XIV Puruboyo menggelar rangkaian acara di kawasan Sasana Parasdya. Sementara kelompok KGPH Hangabehi melaksanakan prosesi di pelataran Sasana Sewaka sebelum melanjutkan Kirab Pusaka yang menjadi agenda utama malam 1 Sura.

Perbedaan tidak hanya terlihat dari lokasi pelaksanaan. Posisi para abdi dalem, jalur masuk, hingga rangkaian acara yang dijalankan juga tampak berbeda. Abdi dalem dari masing-masing pihak mengikuti prosesi sesuai tata cara yang telah ditetapkan oleh kelompoknya masing-masing.

BACA JUGA:Polresta Solo Pastikan Kirab Malam 1 Suro Berlangsung Aman

BACA JUGA:Miris! Tembok Bersejarah Keraton Solo Jadi Sasaran Vandalisme

Menjelang tengah malam, suasana sempat menjadi perhatian ketika sejumlah kerabat keraton mendatangi area tempat duduk pihak lain. Adu argumen singkat sempat terjadi, namun situasi segera mereda dan seluruh rangkaian acara kembali berlangsung kondusif.

Sekitar pukul 23.00 WIB, pihak Pakubuwono XIV memulai acara inti berupa Haul Dalem Pakubuwono X, wilujengan, doa bersama, serta makan bersama. 

Dalam kesempatan tersebut, doa dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat, kelanggengan Keraton Solo, serta kemajuan bangsa Indonesia.

Suasana berlangsung khidmat. Para abdi dalem yang hadir mengikuti doa bersama sebelum menikmati hidangan yang dibagikan sebagai bagian dari tradisi wilujengan.

Di waktu yang hampir bersamaan, ratusan abdi dalem pihak KGPH Hangabehi mulai berbaris menyiapkan prosesi kirab pusaka. Tepat tengah malam, belasan pusaka berupa tombak dan keris dikeluarkan untuk dikirab mengelilingi rute tradisional di kawasan pusat Kota Solo.

BACA JUGA:Miris! Tembok Bersejarah Keraton Solo Jadi Sasaran Vandalisme

BACA JUGA:Tradisi Malam Selikuran Keraton Solo Digelar Dua Kubu, Tempuh Rute Berbeda

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: