Digitalisasi Bansos di Kabupaten Tegal, Dinsos Gelar Bimtek Agen Pendamping Operator Data Desa

Digitalisasi Bansos di Kabupaten Tegal, Dinsos Gelar Bimtek Agen Pendamping Operator Data Desa

ARAHAN - Kepala Dinas Sosial beri arahan di ajang Bimtek Agen Pendamping Operatator Data Desa jelang pelaksanaan digitalisasi bansos di Kabupaten Tegal.-Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup-

SLAWI, diswayjateng.id - Rapat koordinasi pelaksanaan Bimtek Agen pendamping atau TOT Piloting Digitalisasi Bansos digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal, Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan dihadiri Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Tri Guntoro melalui Pelaksana Tugas Kabid Linjamsos dan Kebencanaan, Makmur menyetakan bahwa saat ini Kabupaten Tegal menjadi salah satu daerah perluasan piloting Digitalisasi Bantuan Sosial bersama 42 kabupaten/kota se-Indonesia. 

"Digitalisasi bansos merupakan langkah awal implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2025 tentang Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN)."

"Program ini dikerjakan bersama dengan sejumlah kementerian terkait untuk memastikan integrasi data, pemanfaatan teknologi, dan tata kelola yang transparan serta akuntabel," ujarnya.

BACA JUGA:Rahasia Kehidupan Dandim Tegal Terbongkar, Sempat Ditertwakan Tentara dan Dianggap Tak Mampu

BACA JUGA:Marak Kekerasan Seksual di Ponpes, Pesantren di Tegal Wajib Bentuk TPPK untuk Bentengi Santri dari Predator

Makmur menyebut bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman para agen dalam mendukung pelaksanaan piloting digitalisasi bansos melalui Perlindungan Sosial yang dilaksanakan di 42 kabupaten/kota se-Indonesia. 

"Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebijakan dan mekanisme digitalisasi bansos, dan kemampuan teknis agen dalam penggunaan aplikasi dan sistem digital bantuan sosial, serta mendukung percepatan transformasi digital dalam pelayanan bantuan sosial kepada masyarakat," cetusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tri Guntoro menyebut saat ini Kabupaten Tegal telah menyiapkan estimasi kebutuhan sebanyak 514 Agen Perlinsos yang terdiri dari Pendamping Sosial PKH, TKSK, operator desa SIKS-NG/SIAK, dan PSM yang akan terlibat dalam pengawalan program di desa dan kelurahan.

"Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tegal serius mempersiapkan diri menjadi daerah percontohan nasional digitalisasi bantuan sosial. Saya berharap seluruh peserta Training-of-Trainers ini mampu menjadi agen perubahan di lapangan, memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat," jelasnya.

BACA JUGA:Anak Tenggelam di Sungai Pemali Margasari Tegal Ditemukan Meninggal, Ini Kronologi Versi BPBD

BACA JUGA:Tawuran Pelajar Berdarah di Lebaksiu Tegal, Remaja 14 Tahun Terkena Sabetan Samurai

"Selain itu membangun komunikasi yang positif, serta memastikan masyarakat memahami bahwa digitalisasi bansos bertujuan memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan tidak menghilangkan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tambah Tri Guntoro.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait