BATANG, diswayjateng.id – Lahan sawah pesisir terdampak rkb di Kabupaten Batang mulai menunjukkan harapan baru.
Program minapadi salin resmi dikembangkan seluas 30 hektare sawah terdampak rob di wilayah tersebut.
Peluncuran program dipusatkan di sawah terdampak rob kawasan Sicepit, Kelurahan Kasepuhan.
Program menghidupkan sawah tersampak rob itu menggabungkan budidaya padi, ikan nila salin, dan rumput laut.
BACA JUGA: Kisah Peziarah Sleman, Setahun Berjalan Kaki, Satu Suro Tiba di Batang
BACA JUGA: Pendapatan Lampaui Target, Fraksi Golkar Minta Pemkab Batang Perkuat PAD
Konsep itu diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani pesisir yang sawahnya terampak rob.
Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menjelaskan konsep minapadi salin tersebut.
Menurutnya, prinsip manufaktur berkelanjutan dapat diterapkan pada sektor pangan.
Sistem produksi dirancang lebih efisien dan ramah lingkungan.
BACA JUGA: Fraksi PDIP DPRD Batang Soroti SPPG hingga Minta APBD Lebih Berpihak pada Rakyat
BACA JUGA: Target 2 emas, IPSI Batang Tancap Gas Gembleng 9 Pesilat, Nyaris Tak Libur
Pemanfaatan sumber daya dilakukan secara hemat dan terukur.
Konsep ekonomi sirkular juga diterapkan dalam pengelolaan lahan.
BRIN menggunakan metode Life Cycle Assessment atau LCA.