GOW Pemalang Ajak Perempuan Lestarikan Budaya Melalui Hari Kebaya Nasional

GOW Pemalang Ajak Perempuan Lestarikan Budaya Melalui Hari Kebaya Nasional

Parade Kebaya dalam rangka Peringatan Hari Kebaya Nasional Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat, 31 Juli 2026.--

PEMALANG, diswayjateng.id – Momen hari kebaya nasional dimanfaatkan betul oleh ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pemalang, Titien Soewastiningsih Soebari dengan mengajak seluruh perempuan untuk menjadikan kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi sebagai simbol identitas, semangat berkarya, dan pelestarian budaya.

Hal itu disampaikannya saat membuka Parade Kebaya dalam rangka Peringatan Hari Kebaya Nasional Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat, 31 Juli 2026.

Titien dalam sambutannya mengatakan kebaya merupakan simbol kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kesederhanaan yang memancarkan martabat, sekaligus mencerminkan jati diri perempuan Indonesia yang mampu menjaga nilai-nilai luhur di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, peringatan Hari Kebaya Nasional tahun ini berlangsung di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh menghilangkan harapan. 

BACA JUGA:Gelar International Summer Camp 2026, Pemkab Pemalang dan UPS Tegal Jamu Mahasiswa 7 Negara

BACA JUGA:Dukung Nurkholes Jadi Plt Bupati Pemalang, Muhammadiyah Harapkan Angin Segar di Pemerintahan

Perempuan Indonesia, katanya, harus tetap menjadi sumber kekuatan keluarga, perekat persatuan masyarakat, sekaligus penggerak perubahan yang menghadirkan solusi.

“Melalui momentum Hari Kebaya Nasional ini, mari kita maknai kebaya bukan hanya sebagai warisan budaya yang dikenakan pada acara seremonial, tetapi sebagai simbol semangat untuk terus berkarya, melestarikan budaya, mengembangkan seni, memperkuat ekonomi kreatif, dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang harus terus dihidupkan. Pelestarian kebaya, batik, tari tradisional, kerajinan, musik daerah, hingga berbagai kearifan lokal dinilai mampu memperkuat pembangunan daerah, mendorong sektor pariwisata, memberdayakan UMKM, serta membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.

Titien juga menegaskan komitmen GOW Kabupaten Pemalang untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang, organisasi wanita, komunitas seni, pelaku budaya, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan peran perempuan bagi pembangunan daerah. 

BACA JUGA:Miris! Seabreg Kegiatan Kormi Pemalang Minim Anggaran Hanya Rp 125 Juta Per Tahun

BACA JUGA:Angkat Potensi Wisata Alam, Festival Curug Bengkawah Pemalang Jadi Ajang Promosi

Ia berharap semangat gotong royong yang terbangun melalui peringatan Hari Kebaya Nasional dapat memperkuat persaudaraan sekaligus melahirkan karya-karya terbaik bagi Kabupaten Pemalang.

Sementara itu Ketua Penyelenggara, Anis Susiyati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama GOW Kabupaten Pemalang dan berbagai komunitas menyelenggarakan Peringatan Hari Kebaya Nasional Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga eksistensi kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus mempererat sinergi antarorganisasi wanita di Kabupaten Pemalang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait