Apa Sih Program Minapadi di 30 Hektare Sawah Rob di Batang? Ini Kata BRIN

Selasa 16-06-2026,21:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Wawan Setiawan

Metode itu mengukur keberlanjutan sepanjang siklus produksi.

Hilirisasi produk pascapanen juga menjadi perhatian utama BRIN.

"BRIN turut menghadirkan berbagai inovasi pendukung, termasuk teknologi Slow Release Fertilizer atau SRF," katanya, Selasa 16 Juni 2026.

Teknologi SRF dikenal sebagai pupuk lepas lambat.

Pupuk tersebut dirancang khusus untuk lahan berkadar garam tinggi.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra, menjelaskan manfaat teknologi tersebut.

Unsur hara dilepas bertahap mengikuti kebutuhan tanaman.

Efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi.

Pertumbuhan padi di lahan salin juga meningkat.

BRIN turut mengembangkan teknologi desalinasi air.

Teknologi itu menghasilkan air dengan kadar garam lebih rendah.

Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

Hasil samping berupa air tua memiliki nilai ekonomi.

Air tua berpotensi menjadi bahan baku industri garam.

Periset BRIN, Vina Eka Aristya, menjelaskan integrasi kedua teknologi tersebut.

Menurutnya, produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan.

Kategori :