“Temuan ini menunjukkan masih adanya praktik penggunaan bahan kimia obat dalam produk jamu. BPOM akan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, BPOM juga terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar kualitas serta citra jamu Indonesia tetap terjaga. Terlebih, UNESCO telah menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda pada 2023.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi langkah BPOM yang menjadikan sejumlah daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project Program Idaman.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan industri jamu tradisional. Selain sebagai bagian dari budaya, jamu juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
“Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, maupun Semarang, sekarang jamu sudah banyak disajikan di kafe-kafe. Ini menunjukkan bahwa jamu mulai diterima oleh berbagai kalangan,” kata Taj Yasin.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat meningkat sejak pandemi Covid-19, sehingga peluang pengembangan industri jamu semakin terbuka lebar.
Meski demikian, Taj Yasin mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam mengonsumsi jamu tradisional dengan memastikan produk yang dikonsumsi bebas dari kandungan bahan kimia obat.
Pemprov Jawa Tengah juga mendukung langkah BPOM dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang bergerak di sektor jamu tradisional agar mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.