BPOM Jadikan Lima Daerah di Jateng Pilot Project Program Indonesia Sadar Jamu Aman
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin saat peluncuran Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (9/6/2026)-Istimewa/ Umar Dani -
SEMARANG, diswayjateng.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan lima daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman). Kelima daerah tersebut yakni Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang.
Program tersebut diluncurkan dalam acara Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, 9 Juni 2026.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan Jawa Tengah dipilih sebagai daerah percontohan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman obat dan budaya konsumsi jamu yang telah mengakar di masyarakat.
BACA JUGA: BBPOM Semarang Uji 136 Sampel Takjil Ramadan, Hasilnya Bebas Formalin dan Boraks
“Jawa Tengah memiliki kekayaan tanaman herbal yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk jamu. Selain itu, budaya minum jamu di masyarakat masih sangat kuat dan sejauh ini pemanfaatannya relatif aman,” ujarnya.
Menurut Taruna, produk jamu dan obat herbal Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional hingga global. Karena itu, pengembangan industri jamu perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Melalui Program Idaman, BPOM berupaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk kesehatan tradisional yang aman dikonsumsi.
Namun demikian, hasil pengawasan BPOM masih menemukan adanya peredaran obat bahan alam ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO).
BACA JUGA: Kisah Persahabatan dan Kepedulian Hangat Ketua BPOM Taruna Ikrar dan Pengusaha Kuliner Puspo Wardoyo
“Selama tahun 2025, BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat,” kata Taruna.
Selain itu, patroli siber BPOM menemukan lebih dari 39 ribu penjualan obat bahan alam ilegal atau yang tidak memenuhi ketentuan. Temuan tersebut dinilai dapat mencoreng reputasi jamu Indonesia.
Di wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item obat bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan/atau tidak memiliki izin edar, dengan total sebanyak 13.263 pieces.
“Terhadap temuan tersebut, BPOM telah melakukan pengamanan produk sebagai langkah awal untuk mencegah potensi peredaran lebih lanjut,” tegasnya.
BACA JUGA: Disporapar Kabupaten Tegal Ambil Bagian Festival Jamu dan Kuliner Jawa Tengah 2025
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
