Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami langkah awal penyelamatan ketika menghadapi kondisi darurat.
Karena itu, peningkatan kapasitas relawan menjadi salah satu kunci mempercepat pertolongan kepada korban.
BPBD Batang berharap pelatihan tersebut menjadi awal terbentuknya jejaring relawan yang semakin solid di seluruh wilayah kabupaten.
Komunikasi yang baik antarrelawan dinilai akan mempercepat koordinasi saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya.
"Ke depan tidak berhenti di sini saja karena akan ada pelatihan lanjutan agar relawan semakin mandiri dan profesional," ungkapnya.
Salah seorang peserta, Saifudin dari Relawan Rifa'iyah Kabupaten Batang, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dalam pelatihan tersebut.
Ia menjelaskan materi Confined Space Rescue lebih difokuskan pada teknik evakuasi korban yang terjatuh ke dalam sumur maupun lokasi sempit lainnya.
Menurutnya, kemampuan tersebut sangat relevan dengan kondisi di lapangan karena kasus korban terperosok sumur masih kerap terjadi di masyarakat.
"Kami berharap ilmu dari teman-teman SAR Kabupaten Pekalongan dan SAR Bumi Santri dapat ditransfer kepada relawan muda yang belum pernah mengikuti operasi SAR," ujarnya.
Saifudin menilai pelatihan tersebut akan membantu mempercepat respons relawan ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekitar.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai kecamatan seperti Bawang, Reban, Bandar hingga Limpung.
Dengan bekal keterampilan yang sama, relawan di masing-masing wilayah diharapkan mampu melakukan penanganan awal secara cepat sebelum bantuan lanjutan datang.
"Ketika ada kejadian di wilayah terdekat, mereka sudah memahami teknik penyelamatan sehingga respons bisa lebih cepat," pungkasnya.