Respon Pemkab Batang, Indomaret Fresh Tata Ulang dan Perindah Pedestrian Alun Alun

Sabtu 06-06-2026,15:56 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

"Masyarakat pun dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan tanpa harus khawatir terhadap kondisi trotoar maupun akses jalan," tuturnya.

Berbeda dengan konsep minimarket pada umumnya, Indomaret Fresh Alun-Alun Batang dirancang sebagai destinasi belanja sekaligus tempat bersantai bagi keluarga dan anak muda.

Konsep fresh yang diusung menghadirkan beragam pilihan makanan, minuman, serta kebutuhan harian dalam satu lokasi.

Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian hangat seperti Point Coffee, Say Burger, dimsum, hingga aneka roti segar produksi Saybread.

Tersedia pula beragam buah potong segar dan sayuran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Tidak hanya itu, sejumlah jajanan pasar tradisional juga dihadirkan sebagai pelengkap pilihan kuliner yang tersedia.

Menurut Nuryono, konsep baru tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih dekat dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Batang.

"Selamat datang di Fresh Indomaret Alun-Alun Batang serta temukan pengalaman menarik saat belanja di Indomaret Fresh Alun-Alun Batang. Kami hadir bukan hanya sebagai sarana belanja, namun merupakan sarana kongkow yang lebih berkesan," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) meminta pedestrian atau trotoar di sisi utara Alun-alun Batang, tepatnya di depan gerai Indomaret Fresh, dikembalikan sesuai fungsi dan desain awal.

Permintaan tersebut muncul setelah adanya perubahan pada area pedestrian yang dinilai mengganggu fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan pedestrian tersebut merupakan proyek pemerintah daerah yang dibangun sekitar tiga tahun lalu.

Menurutnya, pihak DPUPR sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar area pedestrian tersebut segera dipulihkan seperti semula.

“Pedestrian itu dibangun pemerintah daerah sekitar tiga tahun lalu. Kami sudah koordinasi agar dikembalikan lagi sesuai fungsi awalnya,” kata Endro Suryono, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, terdapat tiga komponen penting yang harus dipulihkan dalam proses pengembalian pedestrian tersebut.

Mulai dari konstruksi batu alam, jalur khusus difabel, hingga sistem drainase dan bak kontrol yang berada di bawah pedestrian.

“Yang paling penting ada beda tinggi antara jalan nasional dengan pedestrian. Kemudian batu alam, jalur difabel, dan drainase di bawahnya juga harus dikembalikan,” jelasnya.

Kategori :