Otonomi Daerah ke-30, Bupati Batang Tekankan Sinkronisasi dan Efisiensi Anggaran

Senin 27-04-2026,14:15 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

“Kemandirian fiskal menjadi penting agar daerah memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam pembangunan,” kata Faiz saat membacakan sambutan Mendagri.

Dalam konteks pembangunan lintas wilayah, kolaborasi antar-daerah juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Permasalahan seperti transportasi, lingkungan, hingga pengembangan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja.

Kerja sama antarwilayah dinilai menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Bupati Faiz juga menekankan pentingnya penguatan layanan dasar bagi masyarakat guna mengurangi ketimpangan.

Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi peserta didik melalui program makan bergizi gratis.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Otonomi daerah memberikan ruang inovasi, namun pelaksanaannya harus tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Dalam penutup sambutan, Bupati Faiz mengingatkan bahwa seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan hari besar, harus mengedepankan prinsip efisiensi.

Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

“Pemerintah daerah diharapkan menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan, dan menghindari pemborosan anggaran yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah tersebut diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Batang, aparatur sipil negara, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan berlangsung khidmat sebagai refleksi perjalanan otonomi daerah sekaligus komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Kategori :