SOLO, diswayjateng.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan progres proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo).
Rencananya, PT Jasa Marga akan mengembangkan Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani dengan panjang sekitar 1,95 KM yang mengarah ke wilayah Bokoharjo.
Dan berdasarkan data hingga 15 April 2026, secara keseluruhan progres konstruksi Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 94,8%.
"Proyek jalan Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani ini, ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta Lebaran 2027," kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, kemarin.
BACA JUGA: Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Fadholi: Di Tengah Efisiensi Pembangunan Exit Tol Tetap Berjalan
BACA JUGA: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang–Solo KM 478 Boyolali Terlindas Berulang Kali
Didampingi Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati dan Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti, Rivan meninjau progres proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo) segmen Prambanan-Purwomartani.
Turut hadir dalam tinjauan tersebut Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) Rudy Hardiansyah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Tri Murtoposidi, serta Ketua Tim Pembangunan Jalan Tol, Bidang Pembangunan Jalan Jembatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY Zulaikha Budi Astuti.
Diungkapkan Rivan, Jasa Marga berkomitmen untuk mempercepat penyediaan akses menuju kawasan Bokoharjo.
Mengingat, kawasan Bokoharjo sebagai pintu masuk ke destinasi wisata Ratu Boko. "Sehingga dapat meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata," ujarnya.
BACA JUGA: DLH Kabupaten Tegal Usul Tiga Calon Penerima Penghargaan Kalpataru
BACA JUGA: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar di Momentun Kartini 2026
Ia menambahkan, kehadiran akses nantinya diharapkan menjadi solusi dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di jalan nasional Yogyakarta–Solo, serta meningkatkan kenyamanan dan efisiensi waktu tempuh bagi pengguna jalan.
Saat ini, proses persiapan lahan untuk mendukung pembangunan akses telah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal proyek.
Sementara, Jasa Marga memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.