Dengan jumlah jemaah yang cukup besar, kesiapan fisik dan mental memang menjadi faktor penting. Para jamaah diimbau disiplin mengikuti arahan ketua regu, ketua rombongan, dan petugas kloter agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib.
Pemberangkatan malam itu menjadi awal dari rangkaian perjalanan panjang yang penuh makna. Lampu bus perlahan menjauh, diiringi lambaian tangan keluarga yang tak henti memanjatkan doa.
Harapannya sama, agar seluruh jemaah Kabupaten Tegal dapat menunaikan ibadah dengan lancar, diberi kesehatan selama di Tanah Suci, dan kembali ke kampung halaman dengan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.