Selain LPBI NU, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal juga turut ambil bagian dalam penanganan krisis air bersih ini. Hingga kini, PMI telah menyalurkan lebih dari 50.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menyebutkan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara rutin setiap hari dengan kapasitas yang bervariasi.
“Ini sudah hari kesembilan kami menyalurkan air bersih ke Desa Padasari. Setiap hari jumlahnya antara 4.000 hingga 8.000 liter, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” paparnya.
Ia menambahkan, seluruh bantuan air bersih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga di hunian sementara agar tetap bisa menjalani aktivitas dasar dengan layak.
Meski bantuan terus mengalir, kebutuhan air bersih di pengungsian masih jauh dari kata cukup. Warga berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak dapat terus berlanjut, setidaknya hingga mereka bisa kembali menata kehidupan di tempat yang lebih aman.