Warga Padasari Tegal Bertahan di Tengah Krisis Air Bersih
AIR BERSIH - LPBI MWC NU Kecamatan Jatinegara dan PMI Kabupaten Tegal menyalurkan air bersih ke Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Sabtu (18/4/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Lebih dari dua bulan pasca bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada 2 Februari 2026 lalu, penderitaan warga belum juga berakhir. Alih-alih kembali ke kehidupan normal, ratusan warga justru masih harus berjibaku dengan kondisi serba terbatas di pengungsian, salah satunya krisis air bersih.
Dari rumah yang hancur hingga fasilitas umum yang lumpuh, kini mereka dihadapkan pada persoalan yang tak kalah krusial: krisis air bersih.
Bencana yang memaksa warga Pedukuhan Tigasaei mengungsi itu meninggalkan kerusakan di berbagai sektor, mulai dari perumahan, sarana pendidikan, hingga tempat ibadah.
Saat ini, para penyintas tersebar di sejumlah titik pengungsian, termasuk di rumah-rumah warga dan hunian sementara (huntara) di Desa Capar yang masih berada di wilayah Kecamatan Jatinegara.
Di balik tenda dan bangunan darurat, cerita pilu terus bergulir. Keterbatasan air bersih menjadi keluhan utama warga. Kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak, kini harus dilakukan dengan penuh keterbatasan.
Suwarti (34), salah satu warga yang tinggal di huntara Desa Capar, mengaku kondisi tersebut sangat menyulitkan. Terlebih, ia harus merawat bayi berusia dua bulan di tengah situasi yang serba tidak pasti.
“Kalau air di penampungan habis dan pengisian terlambat, saya terpaksa ke sungai untuk mandi dan mencuci. Tapi untuk minum dan memasak, tetap harus pakai air bantuan karena lebih aman,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, keberadaan sumur bor di lokasi pengungsian belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh warga. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus mengantre atau berbagi air dengan jumlah yang sangat terbatas.
“Apalagi saya punya bayi, kebutuhan air bersih itu sangat penting. Kami sangat bersyukur ada bantuan, tapi harapannya bisa lebih rutin dan mencukupi,” ucapnya dengan nada lirih.
Kondisi memprihatinkan tersebut mengetuk kepedulian berbagai pihak. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatinegara turun langsung memberikan bantuan air bersih sekaligus layanan pengobatan gratis bagi para pengungsi.
Ketua MWC NU Jatinegara, Muhamad Ramdhon, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih. Pada tahap awal, pihaknya telah menyalurkan sekitar 24.000 liter air bersih.
“Melihat kondisi di lapangan, kebutuhan air bersih ini memang sangat mendesak. Insya Allah, kami akan menjadwalkan bantuan secara rutin, minimal dua kali dalam sebulan, termasuk layanan pengobatan gratis,” ungkapnya.
Ramdhon juga menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan warga tetap mendapatkan hak dasar mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: