Rumah Warga Cerih Tegal Ludes Terbakar, Kerugian Sekitar Rp 100 Juta
TERBAKAR - Kondisi rumah warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal hangus tanpa sisa setelah dilalap si jago merah, Sabtu (18/4/2026) sore.--
SLAWI, diswayjateng.com – Musibah kebakaran kembali menimpa warga Kabupaten Tegal. Sebuah rumah milik Muayanah (63), warga Desa Cerih RT 14 RW 01 Kecamatan Jatinegara, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus kerugian material yang ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari percikan api pada kabel listrik di ruang dapur. Percikan kecil itu dengan cepat berubah menjadi kobaran api yang sulit dikendalikan.
“Awalnya korban melihat percikan api dari kabel listrik di dapur. Ia sempat berupaya memadamkan dengan alat seadanya, namun api justru semakin membesar,” ujarnya.
Saat kejadian, suami Muayanah tengah berada di kebun mencari rumput untuk pakan ternak. Kondisi itu membuat korban harus menghadapi situasi darurat seorang diri. Ketika api mulai tak terkendali, Muayanah pun berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong datang membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan bangunan beserta seluruh isinya.
Relawan PMI Jatinegara, Rereb, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran dari grup WhatsApp posko, kemudian langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pendataan. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta,” ujarnya.
Dia membeberkan, seluruh isi rumah tidak dapat diselamatkan. Bahkan, uang tunai sebesar Rp15 juta yang disimpan dalam sebuah kaleng turut hangus terbakar.
“Tidak ada barang yang tersisa. Semua habis, termasuk uang tunai yang disimpan korban,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa kini harus mengungsi ke rumah kerabat. Kondisi ekonomi keluarga yang tergolong pas-pasan semakin memperberat situasi yang mereka hadapi.
Diketahui, suami Muayanah bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda membuat keluarga ini membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: