Melalui kegiatan tersebut, pesan bahwa setiap individu memiliki hak untuk hadir, terlihat, dan dihargai di ruang publik kembali ditegaskan.
Partisipasi aktif kelompok difabel menjadi indikator bahwa inklusivitas di Kota Semarang terus diupayakan secara berkelanjutan.
Di tengah kemeriahan acara, langkah para difabel yang tampil percaya diri telah menunjukkan bahwa kesetaraan bukan sekadar wacana.
Nilai tersebut disebut telah dihidupkan dalam praktik nyata kehidupan kota, sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang ramah bagi semua kalangan.(adv)