Padi Bio Salin Panen Perdana di Batang, Hasilkan 5 Ton di Lahan Rob

Sabtu 11-04-2026,08:30 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Dari sisi kualitas, hasil panen juga akan melalui proses sertifikasi agar bisa digunakan kembali sebagai benih.

Jika lolos standar, benih tersebut dapat ditanam ulang dengan klasifikasi tertentu sesuai labelnya.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar Batang dalam mengejar target luas tambah tanam tahun 2026.

Saat ini, pengembangan Bio Salin tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi mulai diperluas ke wilayah lain seperti Kecamatan Kandeman.

Ke depan, peluangnya diprediksi semakin besar seiring rencana pembangunan tanggul laut atau giant sea wall di kawasan Pantura.

Infrastruktur ini diharapkan mampu mengendalikan intrusi air laut yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya salinitas.

Di sepanjang pesisir Batang, dari Denasri hingga Gringsing, terdapat sekitar 420 hektare lahan terdampak rob.

Sebagian dari lahan tersebut berpotensi kembali produktif jika didukung pengendalian air dan varietas adaptif seperti Bio Salin.

“Kalau pengendalian salinitas berjalan baik, peluang penambahan luas tanam akan sangat signifikan,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu tentang meningkatkan hasil di lahan subur, tetapi juga menghidupkan kembali lahan yang sempat ditinggalkan.

Di Batang, padi Bio Salin menjadi bukti bahwa tantangan alam bisa diubah menjadi peluang pangan masa depan.

Kategori :