Pemuda Misterius Nyaris Bunuh Ibu Rumah Tangga di Pati Jelang Subuh

Sabtu 04-04-2026,14:10 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Laela Nurchayati

PATI, diswayjateng.com - Ketenangan warga Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mendadak gempar. Seorang ibu rumah tangga di desa setempat, nyaris dibunuh oleh pemuda misterius dengan sebilah badik.

Pelaku berinisial MA (24), tiba tiba mendatangi korban dengan menghunus sebilah badik pada Jumat (3/4/2026) pada pukul 05.30 WIB. 

Pelaku melakukan tindak pidana pengancaman dengan menggunakan senjata tajam jenis badik terhadap seorang ibu rumah tangga di Desa Blaru, Kecamatan Pati, Jumat (3/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah korban berinisial DS (58). Saat itu, korban tengah berada di dalam kamar bersama cucunya. Korban kaget saat jendela rumahnya digedor dengan suara keras. 

Korban kemudian berusaha mengecek sumber suara tersebut. Korban membuka kain gorden jendela, namun tidak menemukan siapa pun. 

Namun tak lama berselang, korban mendengar langkah kaki menuju bagian belakang rumahnya. Betapa kagetnya korban, di depannya telah berdiri seorang pria tak dikenal tanpa mengucapkan sepatah kata.

Pelaku pun mengeluarkan sebilah badik dan mengarahkan ke leher korban. Dengan tubuh dan mulut gemetar, korban berteriak meminta tolong kepada warga lainnya. 

Teriakan korban membuat SMR (24) yang merupakan anak korban, langsung keluar rumah. Sedangkan saksi lainnya, AAN (34), yang berada di warung dekat lokasi kejadian, juga ikut menghadang pelaku saat melarikan diri.

Warga yang berdatangan kemudian melakukan pengejaran kepada pelaku yang kabur. Pelaku sempat ditangkap, namun berhasil melarikan diri ke arah Kecamatan Margorejo. 

Saat berada di sekitar Dukuh Bertek, Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo Pati, kembali dibekuk tanpa perlawanan. Warga kemudian melaporkan tertangkapnya pelaku ke polisi. 


Sebilah badik disita polisi dari tangan pelaku --

Kapolsek Pati Kota AKP IPTU Heru Purnomo mengaku, pelaku memang sempat kabur saat ditangkap warga, namun berhasil dikejar kembali. 

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, kata Heru, pelaku kemudian diamankan ke pondok pesantren terdekat sebelum diserahkan kepada polisi. 

“Saat ditanya, pelaku justru menjawab dengan kalimat yang tidak wajar, yakni mengaku disantet, sebelum kemudian bergerak ke depan rumah,” terang Heru yang dikonfirmasi pada Sabtu (4/4/2026). 

Heru menceritakan, korban sempat mengalami ketakutan luar biasa. Sebab saat itu, pelaku menodongkan senjata tajam secara langsung ke leher pelaku. 

Kategori :