Jembatan dan Saluran Air di Balapulang Tegal Minta Diperbaiki

Jembatan dan Saluran Air di Balapulang Tegal Minta Diperbaiki

RESES - Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKS, Sudirman, saat menggelar reses untuk menampung aspirasi masyarakat, baru-baru ini.--

SLAWI, diswayjateng.com – Harapan warga Desa Balapulang Wetan dan Desa Pamiritan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, kembali menguat. Mereka mendesak perbaikan jembatan penghubung antarwilayah yang kondisinya kian menua, sekaligus normalisasi saluran air yang kerap memicu banjir saat musim hujan.

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga memang masih bisa dilalui. Namun, usia yang sudah tua membuat kondisinya memprihatinkan. Struktur yang mulai rapuh membuat sebagian warga merasa tidak nyaman, bahkan cemas saat melintas, terutama ketika membawa muatan berat.

“Kalau dilewati sih masih bisa, tapi rasanya sudah nggak aman. Apalagi kalau hujan deras, kami takut terjadi sesuatu,” ungkap Suyatno (45), warga setempat, Sabtu (4/4/2026).

Tak hanya jembatan, persoalan lain juga menghantui warga. Saluran air di dua desa tersebut dinilai sudah tidak optimal. Pendangkalan dan aliran yang tersendat membuat air kerap meluap ke jalan hingga permukiman saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Setiap musim hujan, air sering meluber ke jalan. Bahkan kadang masuk ke rumah. Kami berharap salurannya segera diperbaiki supaya tidak banjir terus,” keluh Aminah (38), warga Pamiritan.

Aspirasi ini bukan tanpa alasan. Warga menilai, jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa berdampak lebih besar, baik terhadap keselamatan pengguna jalan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKS, Sudirman, mengaku kerap menerima keluhan serupa dari masyarakat. Ia menyebut, usulan perbaikan jembatan dan normalisasi saluran air menjadi salah satu prioritas yang terus disuarakan warga.

“Kami sering menerima aspirasi dari masyarakat Balapulang Wetan dan Pamiritan terkait kondisi jembatan dan saluran air. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Menurutnya, aspirasi tersebut tidak akan berhenti di tingkat komunikasi informal. Ia memastikan akan membawa persoalan itu ke forum resmi melalui rapat fraksi maupun komisi yang membidangi infrastruktur.

“Insyaallah akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dibahas lebih lanjut. Harapannya bisa segera direalisasikan dalam program pembangunan,” tambahnya.

Warga pun berharap, pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk. Mereka ingin jembatan yang kokoh dan saluran air yang lancar, agar aktivitas sehari-hari bisa berjalan tanpa rasa khawatir.

“Tidak muluk-muluk, kami hanya ingin aman saat lewat jembatan dan tidak kebanjiran lagi tiap hujan,” imbuh Suyatno. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait