DPRD Desak Pemkab Tegal: Jembatan Guci Harus Segera Dibangun

DPRD Desak Pemkab Tegal: Jembatan Guci Harus Segera Dibangun

MENINJAU - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Sugono meninjau langsung lokasi bencana di TWA Guci, Minggu (25/1/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal mendesak pemerintah daerah untuk segera membangun kembali jembatan-jembatan vital di kawasan Tempat Wisata Alam (TWA) Guci, Kecamatan Bumijawa, yang ambruk diterjang banjir bandang pada Sabtu dini hari (24/1/2026).

DPRD menilai, keterlambatan pembangunan akan memperpanjang lumpuhnya aktivitas wisata dan perekonomian warga.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Sugono menegaskan, sedikitnya tiga jembatan terputus akibat terjangan banjir bandang. Masing-masing berada di Pancuran 13, jembatan gantung Pancuran 5, dan jembatan menuju Curug Jedor.

“Ini bukan jembatan biasa. Ini urat nadi kehidupan warga Guci dan sekitarnya. Kalau dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa makin luas,” tegas Sugono saat meninjau langsung lokasi bencana, Minggu (25/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Sugono didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan Hj Sri Lestari. Keduanya melihat langsung kondisi jembatan Pancuran 13 yang ambruk total dan tidak bisa dilalui sama sekali.

Menurut Sugono, jembatan Pancuran 13 memiliki fungsi sangat vital. Selain sebagai sarana aktivitas wisatawan, jembatan tersebut menjadi penghubung utama antara Desa Guci, Kecamatan Bumijawa dengan Dukuh Pekandangan, Desa Rembul, Kecamatan Bojong.

“Memang ada akses alternatif, tapi jelas tidak seefektif jembatan Pancuran 13. Karena itu kami mendesak agar pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima DPRD, Pemerintah Kabupaten Tegal akan membangun jembatan Pancuran 13 menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara untuk jembatan di Curug Jedor, akan dipasang jembatan Bailey milik TNI sebagai solusi darurat.

“Kami berharap prosesnya dipercepat. Jangan berlarut-larut. Warga Guci menggantungkan hidup dari sektor wisata. Kalau akses terputus, ekonomi mereka ikut lumpuh,” tandas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Tak hanya soal infrastruktur, Sugono juga menyoroti pengelolaan TWA Guci, khususnya di Pancuran 13. Ia menghendaki agar kawasan tersebut dikembalikan seperti semula, yakni gratis untuk wisatawan.

“Dulu Pancuran 13 gratis. Sekarang malah dipatok tiket Rp27 ribu per orang. Ini sangat kami sayangkan,” keluhnya.

Ia menilai, pungutan tiket tersebut justru berpotensi merusak citra Guci sebagai destinasi wisata unggulan. Apalagi, retribusi tiket tersebut dikelola pihak ketiga dan tidak masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tegal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait