Jalan Salib Kolosal di Semarang, 50 Pemeran Hidupkan Sengsara Yesus Secara Dramatis

Jumat 03-04-2026,14:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

Melalui tema tersebut, pesan tentang pengorbanan, kasih, dan penebusan dosa telah disampaikan secara simbolik dan emosional kepada umat yang hadir.

Jalan Salib sebagai Devosi yang Dihidupkan 

Kepala Paroki St. Theresia Bongsari, Romo Synesius Suyitna, SJ, menjelaskan bahwa Jalan Salib merupakan devosi penting dalam masa pra-Paskah yang biasanya dilakukan setiap hari Jumat. Namun, pada Jumat Agung, ibadat tersebut telah divisualisasikan agar lebih mudah dipahami. 

“Ibadat itu mau divisualisasikan, artinya mau diterjemahkan dalam cara yang kasat mata bisa dilihat. Kisah itu menjadi lebih hidup, menggugah perasaan dan kesadaran akan makna jalan salib itu sendiri,” jelasnya. 

Menurutnya, visualisasi ini telah dipersiapkan cukup lama dengan melibatkan sekitar 50 anggota OMK. Seluruh elemen, mulai dari peran hingga perlengkapan, telah diupayakan agar mendekati kondisi historis pada masa Yesus disalibkan. 

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini dinilai telah memberikan energi baru dalam pelaksanaan tradisi gereja. Tidak hanya sekadar berperan, para UMK juga telah terlibat dalam proses kreatif, mulai dari latihan hingga penggarapan detail adegan. 

Semangat kolaborasi antar gereja juga telah ditunjukkan melalui peminjaman kostum dan dukungan teknis lainnya. Hal tersebut memperkuat nilai kebersamaan dalam perayaan iman. 

Visualisasi Jalan Salib yang telah digelar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi umat. Setiap adegan yang diperankan telah dirancang untuk menggugah emosi dan membawa umat masuk dalam perenungan mendalam. 

Narasi penderitaan, pengkhianatan, hingga penyaliban telah disampaikan secara dramatis, sehingga makna pengorbanan Yesus dapat lebih dirasakan secara nyata.

Kategori :