Syawalan Pura Mangkunegaran Diserbu Ribuan Warga

Sabtu 28-03-2026,13:08 WIB
Reporter : Achmad Khalik Ali
Editor : Laela Nurchayati

SOLO, diswayjateng.com -- Ribuan warga memadati Pendapa Ageng Mangkunegaran, Sabtu 28 Maret 2026, untuk mengikuti halalbihalal dan bersalaman langsung dengan Mangkoenagoro X.

Sejak pagi, warga dari berbagai wilayah Solo dan sekitarnya sudah berdatangan secara bergelombang.

Mereka rela mengantre panjang demi mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan pemimpin Mangkunegaran dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini merupakan bagian dari perayaan Lebaran Ketupat atau Riyaya Kupat di bulan Syawal.

Acara ini turut dihadiri keluarga dalem, abdi dalem, serta jajaran Forkopimda, dan terbuka untuk masyarakat umum.

Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran, Ancillasura Marina Sudjiwo, menyampaikan bahwa Syawalan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Mangkunegaran dan masyarakat.

“Momentum Syawal ini kami manfaatkan untuk membuka ruang silaturahmi seluas-luasnya, tidak hanya untuk keluarga dan abdi dalem, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi keterbukaan ini telah menjadi bagian dari nilai Mangkunegaran sejak masa Mangkunegara I melalui ajaran Hanebu Sauyun, yang menekankan persatuan dan kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, Mangkunegaran juga membagikan sekitar 4.000 paket ketupat opor kepada masyarakat.

Selain dibagikan langsung di lokasi, paket tersebut juga disalurkan ke sejumlah kelurahan di wilayah Banjarsari.

Menurut Gusti Sura, jumlah 4.000 memiliki makna simbolis sebagai penanda empat tahun masa kepemimpinan Mangkoenagoro X sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari padatnya area pendapa. Meski antrean panjang, suasana tetap tertib berkat pengaturan petugas di lapangan.

Salah satu warga, Sumarno, mengaku rela datang lebih awal demi bisa bersalaman langsung. 

“Ini momen langka, rasanya dekat sekali dengan pemimpin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rina, warga Mojosongo, yang rutin menghadiri Syawalan setiap tahun. Ia menilai suasana acara terasa hangat dan sarat nilai budaya.

Kategori :