Perbaikan Jalan Dikebut, Pemkab Tegal Fokus di Jalur Strategis

Selasa 24-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tancap gas mempercepat pemeliharaan sejumlah ruas jalan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman, terutama di jalur-jalur yang menjadi urat nadi pergerakan warga.

Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Raharjo, mengungkapkan bahwa penanganan jalan difokuskan pada ruas dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Tak hanya jalur utama penghubung antarwilayah, perbaikan juga menyasar akses menuju destinasi wisata favorit.

“Ruas yang kami tangani merupakan jalur strategis, termasuk akses menuju objek wisata Guci. Selain itu, kami juga menangani jalan terdampak tanah bergerak seperti di Kalibakung–Clirit, Senggang, hingga Desa Gunungjati pada ruas Batunyana–Danasari,” ujarnya.

Menurutnya, pemeliharaan yang dilakukan saat ini bersifat cepat tanggap dengan metode penambalan lubang (patching) menggunakan material coolmix atau aspal siap pakai. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh tenaga DPUPR melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di enam wilayah Kabupaten Tegal.

Tak berhenti di situ, khusus untuk ruas di Kalibakung yang terdampak tanah bergerak, penanganan dilanjutkan dengan pengaspalan menggunakan campuran aspal panas (CAP) jenis AC-BC.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara sekaligus meminimalisasi potensi antrean dan kemacetan.

“Ruas-ruas ini kami prioritaskan karena menjadi jalur utama selama periode Lebaran. Kami ingin masyarakat bisa melintas dengan aman tanpa hambatan berarti,” tegas Teguh.

Sejumlah titik yang saat ini tengah disentuh perbaikan di antaranya jalur Trayeman–Ujungrusi–Singkil–Tegalwangi–Grogol yang berbatasan dengan Kota Tegal, Balamoa–Pangkah–Bogares, Yamansari–Timbangreja–Kalibakung–Senggang–Karangjambu–Bojong, hingga Banjaranyar–Batuagung–Kalibakung.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas Babadan–Kedungjati, Suradadi–Bader di jalur Pantura, serta sejumlah jalan di kawasan perkotaan Slawi.

Meski demikian, untuk ruas dengan tingkat kerusakan berat, DPUPR memilih tidak melakukan penanganan menjelang Lebaran. Sebab, pekerjaan tersebut membutuhkan waktu lebih lama dan penanganan yang lebih kompleks.

“Perbaikan berat akan kami lakukan setelah Lebaran dengan konstruksi yang lebih permanen,” ujarnya.

Beberapa proyek yang telah disiapkan pasca-Lebaran antara lain pelebaran ruas Margasari–Jedug dengan anggaran sekitar Rp8 miliar, serta peningkatan jalan Dukuhbangsa–Wotgalih menggunakan konstruksi rigid beton senilai Rp2,9 miliar.

Program pemeliharaan jalan ini sendiri telah dimulai sejak pertengahan Maret dan akan terus berlangsung hingga Lebaran. Setelah masa cuti usai, kegiatan akan kembali dilanjutkan guna menjaga kualitas jalan tetap optimal.

Kategori :