Dalam pelaksanaannya, DPUPR menggandeng tenaga UPT serta rekanan penyedia jasa. Meski progres terus berjalan, Teguh mengakui adanya kendala dalam proses pengadaan barang dan jasa yang sedikit mempengaruhi kecepatan pekerjaan.
“Setiap tahun Lebaran maju sekitar 11 hari. Kami mohon maaf apabila masih terdapat keterlambatan. Namun kami berupaya maksimal agar jalan tetap siap dilalui selama libur Lebaran,” pungkasnya.