103 Kunci Huntara Diserahkan, Harapan Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Mulai Muncul
KUNCI HUNTARA - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman secara simbolis menyerahkan kunci huntara kepada warga korban tanah bergerak Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Rabu (18/3/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Setelah lebih dari sebulan bertahan di posko pengungsian, warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kini mulai menghela napas lega. Pemerintah Kabupaten Tegal secara simbolis menyerahkan 103 kunci hunian sementara (huntara) tahap I kepada warga, Rabu (18/3/2026).
Penyerahan kunci yang dilakukan langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, itu menjadi momentum penting bagi ratusan keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Huntara tersebut merupakan bagian dari total 456 unit yang dibangun sebagai langkah percepatan penanganan pascabencana.
Acara penyerahan dikemas dalam suasana hangat, bertepatan dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan bagi warga terdampak.
Kebersamaan itu seolah menjadi penawar luka, menghadirkan semangat baru bagi para penyintas untuk kembali menata kehidupan.
Salah satu penerima bantuan, Windi, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku kehadiran huntara membawa perubahan besar bagi keluarganya, terutama dalam hal kenyamanan dan privasi.
“Alhamdulillah senang sekali bisa menempati huntara. Daripada tinggal di posko pengungsian, sekarang sudah punya ruang sendiri untuk keluarga,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Meski demikian, Windi berharap pemerintah dapat segera menyempurnakan fasilitas pendukung, seperti pembangunan kamar mandi yang lebih dekat dengan unit hunian serta perbaikan aliran listrik di beberapa titik.
“Kalau bisa kamar mandi dibuat lebih dekat, dan listriknya juga diperbaiki supaya lebih nyaman,” ujarnya.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa pembangunan huntara ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Ini adalah bukti komitmen Pemkab Tegal untuk hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Kami ingin memastikan warga tetap terlindungi dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Capar yang telah mengizinkan penggunaan tanah bengkok desa sebagai lokasi pembangunan huntara.
Menurutnya, tidak semua lokasi bisa digunakan karena harus melalui kajian teknis dan pertimbangan aspek keamanan.
Dalam suasana santai, Bupati sempat berseloroh bahwa untuk sementara waktu para warga akan menjadi “warga Capar dulu”, yang langsung disambut tawa hangat masyarakat.
Candaan itu mencairkan suasana, sekaligus memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dan warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








